Mahasiswa Baru Utama Dibekali Pendidikan Karakter, Nasionalisme, Proteksi Radikalisme & Terorisme
Sekitar 1600-an mahasiswa baru Universitas Widyatama (UTama) Bandung tahun akademik 2019/2020 mendapatkan pembekalan pendidikan . . .
Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
"Melalui program ini, kami ingin menanamkan budi luhur dan karakter building kepada mahasiswa baru. Supaya ketika mereka berinteraksi di kelas tetap memegang sendi-sendi sosial yang baik dan tidak berperilaku yang melanggar aturan," ujarnya.
Menurutnya UTama harus bebas dari paham radikalisme, dan tidak akan mentolerir bagi siapapun yang punya niat menyebarkan faham tersebut. Terlebih pihaknya menilai, bahwa radikalisme sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila serta menjadi ancaman bagi keutuhan berbangsa dan bernegara.
"Tentu ini harus dihindari, apalagi jika ada yang mencoba menyusup datang ke sini dengan menyebarkan selebaran yang sifatnya provokatif, kami segera bertindak cepat dengan mengusir dan mengantisipasinya," ucapnya.
Oleh karena itu, salah satu upaya dalam melawan paham berbahaya tersebut, pihaknya memberikan pembekalan secara akademik dan nonakademik, mulai dari ideologi Pancasila, hingga hal-hal yang sifatnya ancaman bagi negara, seperti tentang radikalisme dan terorisme.
"Di kampus ini Insya Allah bebas dari faham radikal karena kami telah turut mengundang langsung Kepala BNPT Komjend Suhardi Alius sebagai salah seorang narasumber dalam PPU kali ini. Dan juga pihak BNPT sudah melakukan pemeriksaan dan memastikan mahasiswa kami bebas dari potensi dan berbagai bentuk paham radikalisme," katanya. (Cipta Permana).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rektor-utama-prof-obsatar-sinaga-mahasiswa-baru.jpg)