Keluarga Berharap Pemerintah Bisa Bantu Pulangkan Fitriyah, TKW yang Hilang Kontak 13 Tahun
Sepupu Fitriyah, Nur Halimah (27), mengatakan bahwa keluarga telah menyerahkan semuanya kepada pemerintah agar Fitriyah dapat kembali berkumpul bersam
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Keluarga Fitriyah (36), tenaga kerja wanita (TKW) asal Blok Desa, Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, berharap kepada pemerintah untuk dapat mengetahui keberadaan Fitriyah dan memulangkan ke Indonesia.
Sepupu Fitriyah, Nur Halimah (27), mengatakan bahwa keluarga telah menyerahkan semuanya kepada pemerintah agar Fitriyah dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Salah satu upaya yang telah ditempuh oleh pihak keluarga yakni mengirimi surat ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang sebelumnya sudah ditanda tangani pihak desa serta kecamatan.
"Belum ada kabar, kami mohon kepada pemerintah tidak pernah bosan cari saudara saya," kata Nur melalui pesan singkat, Rabu (4/9/2019).
• Hilang Kontak 13 Tahun, Fitriyah ke Arab Saudi Jadi TKW untuk Kurangi Beban Keluarga di Cirebon
Berangkat pada Desember 2006, Fitriyah diberangkatkan oleh perusahaan jasa penyalur tenaga kerja untuk ke luar negeri yang berada di Jakarta, yakni PT Safika Jaya Utama
Kedua orangtua Fitriyah, Marka (58) dan Sunia (54), hanya bisa memandangi lembar foto Fitriyah, anak ketiga dari empat bersaudara itu, anaknya tersebut terakhir berkomunikasi saat berangkat pada 2006.
Marka mengatakan, satu tahun setelah bekerja di Jeddah, Fitriyah sempat mengirimkan uang gaji kepada keluarga.
Tetapi tetap tidak bisa berkomunikasi, karena pada saat itu yang menyampaikan adalah majikannya, yakni Mahmud Ibad Althuwairiqi.
"Yang telepon majikannya, tetapi sampai sekarang sulit," kata Marka.
Perginya Fitriyah ke luar negeri, kata Marka, adalah kemauannya sendiri, lantaran Fitriyah ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan cara menjadi TKW, dengan harapan mendapatkan banyak pundi-pundi rupiah.
"Fitriyah berangkat menjadi TKW setelah lima bulan lulus dari sekolah menengah atas (SMA)," katanya.
• Keluarga Fitriyah Resah, Sudah 13 Tahun Hilang Kontak Setelah Kerja di Jeddah
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak keluarga untuk mencoba berkomunikasi dengan Fitriyah atau pun memulangkan Fitriyah, namun sampai saat ini tidak pernah membuahkan hasil.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon, Abdullah Subandi, menyebutkan, banyak tenaga kerja wanita (TKW) tak berprosedur dari Kabupaten Cirebon belum kembali ke Indonesia.
Abdullah mengatakan, antara tahun 1980-an hingga 1900-an, banyak warga Kabupaten Cirebon yang berangkat ke Arab Saudi untuk menjadi TKW, namun sebagian besar berangkat tanpa prosedur oleh jasa pemberangkatan ilegal.