Dewan Jabar Berharap Masalah Perlintasan Kereta Api Segera Tuntas

Kondisi palang pintu perlintasan kereta api di Jawa Barat, sebagian masih dalam kondisi memprihatinkan.

Dewan Jabar Berharap Masalah Perlintasan Kereta Api Segera Tuntas
Tribunjabar.id/Kemal Setia Permana
Anggota DPRD Provinsi Jabar dari fraksi PDI Perjuangan, Abdy Yuhana (depan) saat menyampaikan aspirasi ke Kantor Pusat PT KAI, Senin (2/9/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kondisi palang pintu perlintasan kereta api di Jawa Barat, sebagian masih dalam kondisi memprihatinkan.

Hal itu mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan yang berkunjung ke Kantor PT KAI Pusat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (2/9/2019).

Salah seorang anggota DPRD Jabar Fraksi PDI Perjuangan,  Abdy Yuhana mengatakan bahwa pihaknya menyikapi serius kondisi perlintasan kereta api di Jabar setelah mendapatkan sejumlah aspirasi dari perwakilan masyarakat, khususnya dari daerah Subang dan Indramayu. 

Curahan Hati Mahasiswa S2 ITB Muhtar Amin, Tulis Soal Depresi dan I Want Death, Kini Gantung Diri

Abdy berharap hal ini mendapatkan perhatian serius dari jajaran direksi PT KAI agar tak ada lagi korban jiwa akibat tertabrak kereta api, terutama di kawasan sekitar pintu perlintasan kereta api yang tak berpalang. 

"Setelah dilantik, kami kedatangan warga dari Subang yang mengeluh masih adanya perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu,"tutur Abdy yang didampingi sejumlah anggota fraksi PDIP lainnya.

Abdy mengatakan bahwa ternyata di Jabar jumlah kawasan perlintasan kereta tak berpalang jumlahnya masih banyak dan sering memakan korban jiwa.

Adapun maksud kedatangan ke PT KAI, kata Abdy, adalah menjalin koordinasi untuk mencari jalan keluar dan bahkan memutus kebuntuan yang selama ini terjadi. 

Jejak Digital Muhtar Amin, Mahasiswa S2 ITB yang Gantung Diri, Dia Anak Teknik yang Pintar

"Persoalan perlintasan kereta api tak berpalang ini menjadi masalah bersama. Bila perlintasan itu tanggungjawab pemerintah,  kami akan undang dan mencari solusinya bersama-sama. Kalau memang menjadi tanggungjawab pemerintah, berapa sih anggaran pemda untuk membuat pintu berpalang. Kami pun tidak menuntut semua ditutup harus tahun ini, tapi tiap tahun dikurangi," katanya.

Abdy, yang saat itu berama anggota DPRD lainnya gagal bertemu direksi, mengatakan bahwa ini merupakan problem yang secara kasat mata terlihat dan harus dihadapi serta segera diselesaikan jalan keluarnya.

Pemda, dalam hal ini Pemprov,  serta DPRD sebagai bagian pemerintahan, menurut Abdy,  sabfat menginginkan kejadian korban jiwa tidak terulang. 

Ternyata Ini Alasan Ezechiel N Douassel Tak Ikut Latihan Persib, Bobotoh Patut Bangga

Terlebih menurutnya saat ini perkembangan Jabar sangat pesat dimana banyak kendaraan dan perlintasan yang berlalu-lalang. 

"Kami berharap kita semua bisa duduk bersama, PT KAI, pemerintah dalam hal ini gubernur, dewan, duduk bersama untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini," katanya. (Tribunjabar.id/kemal setia permana)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved