Aulia Kesuma Mengaku Bunuh Suami dan Anak Tiri Terinspirasi Sinetron, Begini Kata KPI

Otak pembunuhan dan pembakaran jenazah suami dan anak tiri di Sukabumi, Aulia Kesuma (35), mengaku bahwa tindakannya terinspirasi dari tayangan sinet

Aulia Kesuma Mengaku Bunuh Suami dan Anak Tiri Terinspirasi Sinetron, Begini Kata KPI
Istimewa dan Tribun Jakarta
Gara-gara rumah, Pupung Sadili dibunuh istri mudanya, Aulia Kesuma. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Otak pembunuhan dan pembakaran jenazah suami dan anak tiri di Sukabumi, Aulia Kesuma (35), mengaku bahwa tindakannya terinspirasi dari tayangan sinetron.

Kepada polisi, Aulia Kesuma mengaku sakit hati karena berharap sang suami, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) menjual rumah di Lebak Bulus untuk melunasi utangnya.

Karena kesal, Aulia Kesuma nekat menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh suaminya tersebut bersama anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23).

Menanggapi hal ini, Koordinator Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bidang pengawasan isi siaran, Mimah Susanti mengatakan, pihaknya perlu informasi lebih jauh terkait sinetron mana yang disebut tersangka menginspirasinya untuk melakukan pembunuhan.

"Kan itu kan kalau sinetron secara umum kan apakah semuanya itu mengandung unsur kekerasan yang akhirnya dia misalnya (membunuh) itu kan tidak bisa digeneralisir," ujar Mimah seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (4/9/2019).

Aulia Kesuma Ternyata Terinspirasi dari Sinetron saat Putuskan Bakar Pupung Sadili dan Anak Tirinya

Ia mengatakan, dalam penayangan sinetron di televisi ada dua pihak yang mengawasi, yaitu KPI dan Lembaga Sensor Film (LSF).

Menurutnya, jika suatu tayangan mengandung unsur kekerasan, maka dua pihak inilah yang akan menindak.

Mimah menambahkan, KPI selalu memantau untuk memastikan suatu konten layak tayang di televisi Indonesia.

Selain memantau langsung tayangan di televisi, KPI juga menerima aduan masyarakat terkait konten-konten melanggar.

"Nah dari data atau temuan itu akan ada proses kajian, analisa selanjutnya yang mana yang diduga melanggar," sebut Mimah.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved