Unikom Resmi Dapatkan Izin Kelola King Sejong Institute di Bandung
Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh film, musik, tradisi kebudayaan, termasuk prestasi di bidang pendidikan yang dimiliki
Penulis: Cipta Permana | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh film, musik, tradisi kebudayaan, termasuk prestasi di bidang pendidikan yang dimiliki oleh bangsa Korea saat ini, menghadirkan kekaguman bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat untuk dapat mempelajari hal tersebut.
Hal ini pula yang melatarbelakangi terbentuknya King Sejong Institute (KSI) di Kota Bandung, Jawa Barat, yang terlahir berkat kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Korea Selatan melalui Youngsan Univerisity dengan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung yang ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak pada 2010 lalu.
Berlokasi di Kampus Unikom, KSI Bandung merupakan sebuah lembaga belajar bahasa dan budaya Korea yang memberi kesempatan luas bagi masyarakat Jabar yang ingin mempelajari melalui program pendidikan kursus bahasa dan kebudayaan Korea. Selain di Bandung, lembaga ini pun sudah berdiri di beberapa kampus lainnya di Indonesia antara lain, di Universitas Nasional Jakarta dan Universitas Kristen Petra Surabaya.
Rektor Unikom, Assoc Prof. Dr. Ir Eddy Soeryanto Soegoto MT mengatakan, Unikom menjadi satu-satunya tempat penyelenggaraan resmi KSI di Kota Bandung, yang memfasilitasi dan menghadirkan secara langsung tim pengajar dari Korea yang sudah tersertifikasi.
• Kebohongan Besar Giovanni Kelvin Dibongkar, Pantas Hubungannya dengan Aulia Kesuma Ada yang Janggal
"Youngsan University mewakili pemerintah Korea untuk melakukan pemilihan lokasi di Jawa Barat, setelah berbagai usulan dan kajian, serta pemenuhan administratif yang masuk di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Korea Selatan, maka terpilihlah Unikom secara resmi," ujarnya saat konferensi pers peresmian KSI Bandung di Smart Building Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur Bandung, Rabu (28/8/2019)
Eddy menuturkan, kehadiran KSI Bandung ini diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan, bukan hanya bagi mahasiswa Unikom tetapi juga seluruh masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan dan usia di Jabar untuk belajar budaya dan bahasa Korea. Terlebih, pihaknya akan mulai membuka kelas pertama KSI Bandung mulai awal September 2019 mendatang.
"Unikom akan membuka kelas pertama KSI untuk periode Agustus-Desember 2019 yang terbagi menjadi Kelas Bahasa level 1 pada Selasa dan Kamis, serta Kelas Bahasa level 2 pada Rabu dan Jumat setiap pukul 17.00-19.00 WIB. Para peserta akan mendapat pendidikan bahasa sebanyak 60 jam belajar dan 45 jam pendidikan kebudayaan dengan rentang waktu selama 15 minggu pertemuan," ucapnya.
• Serunya Saat Anji Naik Sisingaan di Acara Sehari Bersama Coklat Kita di Purwakarta
Eddy menambahkan, bagi beberapa mahasiswa Unikom, kehadiran KSI juga memberikan keuntungan tersendiri, khususnya bagi mereka yang ingin mengambil gelar double degree di Unikom dan Youngsan University, sehingga dapat lebih memantapkan kompetensi dan kemampuan berbahasa Korea sebagai persiapan sebelum mengenyam pendidikan di Korea selama dua tahun.
"Untuk menyambut project besar ini, kami telah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang mengacu pada standar yang telah ditetapkan Pemerintah Korea Selatan, salah satunya penyediaan ruang kelas dan laboratorium kurus yang terletak di lantai 11 Smart Building kampus Unikom," katanya.
Sementara itu, Presiden Youngsan University Guwuck Bu menjelaskan, nama King Jesong Institute diambil dari nama seorang raja di Dinasti Joseon, yaitu Sejong. Ia merupakan orang pertama yang menemukan Hangul atau huruf alfabet bahasa Korea. Sejak animo masyarakat global belajar budaya Korea meningkat pesat, pemerintah Korea membentuk KSI menjadi standar dalam belajar bahasa dan budaya Korea.
"Hadirnya KSI di Bandung ini selain akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak institusi, tetapi juga dapat memperkuat hubungan bilateral, melalui pengenalan dan pertukaran kultur kebudayaan bagi kedua negara," ujarnya di lokasi yang sama.
Sedangkan Presiden of Songsim School Foundation Chanyong-Ro menambahkan, kampus-kampus di Korea banyak memiliki Korean Center, pusat budaya Korea. Youngsan University merupakan salah satu kampus dengan program budaya yang bagus sehingga mendapat pengakuan dari banyak negara. Keahlian Youngsan University itulah yang akan dibawa ke King Sejong Institute Bandung.
• Soal DOB KBT, Plt Sekda Jabar Ngomong Belum Terima Surat, Bupati Bandung Bilang Sudah Kirim Surat
Para peserta, lanjutnya akan mendapatkan pendidikan selama 15 minggu pertemuan, meliputi pembelajaran bahasa dan kebudayaan yang memiliki level berbeda, seperti untuk kelas bahasa level 1 cenderung mempelajari tentang pengenalan huruf, kata sapaan, dan pemaknaan kalimat yang sifatnya mendasar, sedangkan kelas bahasa level 2, akan mempelajari materi lebih mendalam, seperti ekspresi, ungkapan, dan sebagainya.
Sementara untuk pendidikan budaya meliputi pembuatan kerajinan tangan, tarian tradisional, mengenal berbagai jenis makanan khas Korea, dan sebagainya.
"Layaknya pendidikan perkuliahan, di akhir pertemuan akan dilakukan ujian akhir sebagai salah satu syarat memperoleh sertifikasi yang diakui secara internasional di bidang bahasa Korea," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rektor-unikom-assoc-prof-dr-ir-eddy-soeryanto-soegoto-mt-kedua-dari-kiri.jpg)