Unikom Resmi Dapatkan Izin Kelola King Sejong Institute di Bandung

Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh film, musik, tradisi kebudayaan, termasuk prestasi di bidang pendidikan yang dimiliki

Tribunjabar/Cipta Permana
Rektor Unikom, Assoc Prof. Dr. Ir Eddy Soeryanto Soegoto MT (kedua dari kiri) dan Presiden Youngsan University Guwuck Bu (kedua dari kanan) memberikan keterangan tentang diresmikannya KSI Bandung, dalam sesi konferensi pers di Smart Building Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur Bandung, Rabu (28/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh film, musik, tradisi kebudayaan, termasuk prestasi di bidang pendidikan yang dimiliki oleh bangsa Korea saat ini, menghadirkan kekaguman bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat untuk dapat mempelajari hal tersebut.

Hal ini pula yang melatarbelakangi terbentuknya King Sejong Institute (KSI) di Kota Bandung, Jawa Barat, yang terlahir berkat kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Korea Selatan melalui Youngsan Univerisity dengan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung yang ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak pada 2010 lalu.

Berlokasi di Kampus Unikom, KSI Bandung merupakan sebuah lembaga belajar bahasa dan budaya Korea yang memberi kesempatan luas bagi masyarakat Jabar yang ingin mempelajari melalui program pendidikan kursus bahasa dan kebudayaan Korea. Selain di Bandung, lembaga ini pun sudah berdiri di beberapa kampus lainnya di Indonesia antara lain, di Universitas Nasional Jakarta dan Universitas Kristen Petra Surabaya.

Rektor Unikom, Assoc Prof. Dr. Ir Eddy Soeryanto Soegoto MT mengatakan, Unikom menjadi satu-satunya tempat penyelenggaraan resmi KSI di Kota Bandung, yang memfasilitasi dan menghadirkan secara langsung tim pengajar dari Korea yang sudah tersertifikasi.

Kebohongan Besar Giovanni Kelvin Dibongkar, Pantas Hubungannya dengan Aulia Kesuma Ada yang Janggal

"Youngsan University mewakili pemerintah Korea untuk melakukan pemilihan lokasi di Jawa Barat, setelah berbagai usulan dan kajian, serta pemenuhan administratif yang masuk di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Korea Selatan, maka terpilihlah Unikom secara resmi," ujarnya saat konferensi pers peresmian KSI Bandung di Smart Building Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur Bandung, Rabu (28/8/2019)

Eddy menuturkan, kehadiran KSI Bandung ini diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan, bukan hanya bagi mahasiswa Unikom tetapi juga seluruh masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan dan usia di Jabar untuk belajar budaya dan bahasa Korea. Terlebih, pihaknya akan mulai membuka kelas pertama KSI Bandung mulai awal September 2019 mendatang.

"Unikom akan membuka kelas pertama KSI untuk periode Agustus-Desember 2019 yang terbagi menjadi Kelas Bahasa level 1 pada Selasa dan Kamis, serta Kelas Bahasa level 2 pada Rabu dan Jumat setiap pukul 17.00-19.00 WIB. Para peserta akan mendapat pendidikan bahasa sebanyak 60 jam belajar dan 45 jam pendidikan kebudayaan dengan rentang waktu selama 15 minggu pertemuan," ucapnya.

Serunya Saat Anji Naik Sisingaan di Acara Sehari Bersama Coklat Kita di Purwakarta

Eddy menambahkan, bagi beberapa mahasiswa Unikom, kehadiran KSI juga memberikan keuntungan tersendiri, khususnya bagi mereka yang ingin mengambil gelar double degree di Unikom dan Youngsan University, sehingga dapat lebih memantapkan kompetensi dan kemampuan berbahasa Korea sebagai persiapan sebelum mengenyam pendidikan di Korea selama dua tahun.

"Untuk menyambut project besar ini, kami telah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang mengacu pada standar yang telah ditetapkan Pemerintah Korea Selatan, salah satunya penyediaan ruang kelas dan laboratorium kurus yang terletak di lantai 11 Smart Building kampus Unikom," katanya.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved