Perkelahian Berujung Pembunuhan Sadis di KM Mina Sejati, Ternyata Bermula dari Masalah Tali Pancing

Diketahui, pembunuhan terhadap anak buah kapal ( ABK ) di atas KM Mina Sejati di perairan Laut Aru terjadi pada Jumat (16/8/2019) malam.

KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY
Sejumlah ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, AMBON- Penyebab perkelahian yang berujung pembunuhan sadis di atas KM Mina Sejati di perairan Laut Aru, Maluku, terkuak.

Diketahui, pembunuhan terhadap anak buah kapal ( ABK ) di atas KM Mina Sejati di perairan Laut Aru terjadi pada Jumat (16/8/2019) malam.

Ternyata, perkelahian antarsesama ABK yang berujung pembunuhan sadis itu dilatarbelakangi masalah sepele, yakni tali pancing dua ABK saling terkait.

Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolof Bormasa mengatakan, perkelahian itu berawal saat seorang pelaku pembunuhan Fery Dwi Lesmana dan seorang rekannya sesama ABK sedang memancing cumi.

Tali senar kedua ABK itu saling kait hingga menyebabkan mereka terlibat perang mulut dan berujung perkelahian.

“Awal persoalannya semua dari situ,” kata Adolof Bormasa kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Senin (26/8/2019).

Ia mengungkapkan, saat perkelahian itu terjadi ABK lainnya yang juga sedang mancing langsung melerai kedua ABK itu.

Berawal dari Perkelahian di Atas Kapal, Ini Kabar Terkini Pembantaian di KM Mina Sejati

ABK KM Mina Sejati Loncat ke Laut, Muka Berdarah-darah, Pembantaian Sadis Berawal dari Kejadian Ini

Saat itulah Wakil Kapten Kapal yang tidak disebutkan identitasnya kemudian memarahi kedua ABK tersebut.

“Kalian berkelahi untuk apa kita di sini mau cari hidup, bukan untuk berkelahi,” kata Adolof Bormasa menirukan ucapan wakil kapten kapal kepada dua ABK tersebut.

Adolof mengaku dari peristiwa itu, wakil kapten kapal yang geram dengan perlakuan kedua ABK itu tidak lagi bertegur sapa dengan Ferry dan salah satu rekannya yang terlibat perkelahian tersebut.

Dari peristiwa itulah, Ferry yang merupakan salah satu pelaku pembunuhan ini marah dan menyimpan dendam.

”Dari situ selama berhari-hari wakil kapten kapal tidak lagi bersuara dengan Ferry. Jadi persoalannya dari situ kemudian mulai timbul dendam lalu rencana itu dilakukan,” katanya.

Menurut Adolof Bormasa, peristiwa keributan antara Ferry dan seorang ABK lainnya itu telah terjadi beberapa waktu yang lalu sebelum aksi pembantaian itu terjadi di atas kapal.

Sayangnya, para ABK yang dimintai keterangan sudah tidak ingat lagi kapan persisnya aksi perkelahian yang melibatkan Ferry dan satu ABK lainnya itu terjadi.

“Kejadian antara Ferry dan satu ABK itu sudah terjadi beberapa waktu lalu sebelum aksi pembunuhan itu terjadi, hanya saja para ABK yang kami mintai keterangannya sudah lupa harinya kapan,” katanya.

Pembunuhan Sadis KM Mina Sejati di Laut Aru, ABK Diserang Saat Tidur, Berikut Penuturan Saksi Hidup

Hendak Diselamatkan, 15 ABK KM Mina Sejati Hilang Secara Misterius, TNI AL Enggan Berspekulasi

Puluhan personel gabungan dari Brimob, Polres, Bakamla, Polairud dan personel SAR Tual dikerahkan untuk membantu pembebasan 23 ABK KM Mina Sejati yang disandera di perairan Kepulauan Aru, Senin dinihari (19/8/2019)
Puluhan personel gabungan dari Brimob, Polres, Bakamla, Polairud dan personel SAR Tual dikerahkan untuk membantu pembebasan 23 ABK KM Mina Sejati yang disandera di perairan Kepulauan Aru, Senin dinihari (19/8/2019) (Kompas.com/RAHMAT RAHMAN PATTY)
Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved