Bayi Terkubur di Dalam Bangunan Beton di Mamuju, Polisi Ungkap Jaringan Pelaku Aborsi Ilegal

Polda Sulawesi Barat membongkar kuburan bayi yang diduga hasil gugur paksa alias aborsi di tengah hutan sawit di Kecamatan Karossa, Mamuju, Rabu (21/8

Bayi Terkubur di Dalam Bangunan Beton di Mamuju, Polisi Ungkap Jaringan Pelaku Aborsi Ilegal
KOMPAS.com/JUNAEDI
Jajaran kepolisian Polda Sulbar mengungkap jaringan aborsi di Mamuju. Foto diambil saat polisi membongkar kuburan bayi di tengah hutan sawit di Mamuju, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, MAMUJU – Polda Sulawesi Barat membongkar kuburan bayi yang diduga hasil gugur paksa alias aborsi di tengah hutan sawit di Kecamatan Karossa, Mamuju, Rabu (21/8/2019).

Saat membongkar kuburan tersebut, polisi menemukan jasad bayi yang dibalut kain dan dilapisi daun.

Dalam penyelidikan jaringan pelaku aborsi di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, polisi menahan empat pelaku aborsi.

Tragis, Jelang Pernikahan yang Tinggal Hitung Hari, Lettu Inf Angga Tewas Terseret Kereta Api

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulbar Kombes Pol I Nyoman Artana membeberkan, pengungkapan kasus ini bermula dari kasus penemuan bayi yang terkubur di sebuah bangunan beton dalam kota Mamuju, 6 Agustus lalu.

Mayat bayi tersebut diduga hasil aborsi.

Polisi mengendus adanya pelaku lain yang terlibat memuluskan praktek aborsi para orang tua bayi.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah orang yang diketahui sering menjual obat penggugur kandungan.

Pemprov Jabar Klaim Sudah Pasang Wifi di 155 Desa, Akui Kapasitas dan Cakupan Sedikit

Salah satu pelaku yang diamankan merupakan alumni sekolah kesehatan di Mamuju.

Dari keterangan tersangka, dia memang melayani pemesanan obat cyotec atau obat pengugur kandungan. Polisi mendapatkan nama-nama orangtua pembuang bayi dari tersangka pembuang bayi di bangunan beton.

Polisi juga mendapatkan nama pasangan pembuang bayi lain yakni MP dan MS. Kemudian dari keterangan MP dan MS, mereka menggugurkan kandungan dan menguburkan bayinya di kebun sawit tersebut, sekitar 2 minggu.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved