Unggah Video Hoaks demi Gaet Subcsriber di Youtube, Pria di Banjaran Bandung Diadili

Warga Perum Damar Mas III Desa Kamasan Kecamatan Banjaran, Syaifudin, berurusan dengan hukum karena menyebarkan berita bohong melalui video hoaks

Unggah Video Hoaks demi Gaet Subcsriber di Youtube, Pria di Banjaran Bandung Diadili
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Warga Perum Damar Mas III, Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, bernama Syaifudin harus berurusan dengan hukum akibat sebar video hoaks. Ia disidangkan pada Rabu (21/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Warga Perum Damar Mas III Desa Kamasan Kecamatan Banjaran bernama Syaifudin harus berurusan dengan hukum karena menyebarkan berita bohong terkait Pilpres 2019.

Ia diseret ke meja hijau dan sudah menjalani sidang dakwaan pada pekan lalu. Hari ini, ia kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung dengan agenda pemeriksaan saksi. Namun, saksi usungan jaksa berhalangan hadir.

Pada kesempatan itu, Syaifudin mengaku baru memulai jadi Youtuber. Ia kemudian menemukan video hoaks soal warga Tiongkok di beri KTP untuk memenangkan Jokowi.

"Saya baru belajar vlog, baru belajar nge-Youtube. Di Facebook ada video itu, aku posting di Youtube awalnya supaya dapat banyak subscribe. Tapi di video itu aku cuma dapat 70 subcsribe," kata Syaifudin.

Seperti diketahui, untuk mendapat uang dengan ber-Youtube, setiap akun harus banyak mendapat subscribe dari akun lain. Termasuk harus menonton sebanyak mungkin konten video yang diunggah.

"Aku ‎juga enggak dapat uang soalnya video hoaks itu yang aku unggah kena copy right, otomatis enggak dapat uang," ujar Syaifudin.

Reruntuhan Permukiman di Dasar Jatigede Menarik Minat Youtuber dan Vlogger Lokal

Tajir Melintir, Youtuber Berusia 6 Tahun Ini Beli Gedung Seharga Ratusan Miliar Rupiah di Korsel

Karena perbuatannya, bukannya uang yang didapat. Melainkan, ia ditangkap oleh Bareskrim Mabes Polri di rumahnya di Kecamatan Banjaran.

"Aku menyesal posting itu. Aku enggak tahu video yang aku dapat di Facebook itu video hoaks," ujarnya. Ia berdalih seorang Youtuber dan ‎sedang jadi vloger, bukan tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

"Aku bukan tim sukses, bukan juga anggota partai politik. Aku Youtuber, enggak ada niat untuk menyebar hoax," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved