Gaet Tokopedia, Pemprov Jabar Kembangkan Ekonomi Digital UKM dan Bumdes

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat kesepakatan dengan Tokopedia untuk mengembangkan pelayanan publik dan ekonomi digital di Jabar.

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menandatangi nota kesepahaman dengan CEO and Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/8/2019) 

Dengan kerja sama tersebut, sejumlah program desa seperti One Village One Company (OVOC) dan BUMDes dapat terealisasi dengan cepat. Apalagi, Tokopedia akan membuat Tokopedia Center untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Di sektor pelayanan publik, Tokopedia mempromosikan produk unggulan setiap daerah dan melayani pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Pasien Kanker Kini Bisa Menginap di Rumah Singgah di Bandung Saat Menunggu Berobat di RSHS

CEO and CO-Founder Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan Tokopedia Center dapat menjadi pusat ekonomi desa. Tokopedia Center yang diluncurkan pada September 2018 lalu sudah ada di beberapa lokasi, seperti Kabupaten Kuningan.

"Sudah ada delapan Tokopedia Center tersebar di Jawa Barat, bulan depan akan ada delapan lagi," katanya.

Selain itu, William berharap Tokopedia Center dapat menjadi pusat edukasi digital sekaligus menghubungkan UMKM di seluruh Indonesia.

Dengan begitu, target pasar sudah mencakup nasional. Terlebih, UMKM merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lewat Tokopedia Center, kata William, masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai cara berbisnis secara online, dan mencari inspirasi untuk memulai usaha.

Selain itu, dia pun berharap Tokopedia dapat mengangkat eksistensi produk UMKM dan BUMDes di setiap daerah.

“Melalui kerja sama dengan Pemda Jabar, Tokopedia berharap dapat turut mengangkat eksistensi produk lokal dari para pelaku UMKM setempat dan BUMDes dengan memberikan solusi dari hulu ke hilir. Salah satunya dengan mendorong literasi digital untuk para pelaku UMKM dan BUMDes agar dapat membantu memperluas cakupan pemasaran produk binaan di Jawa Barat,” katanya.

Program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas dan nilai jual produk lokal setempat, mulai dengan memberikan pengetahuan pengemasan hingga pengambilan foto produk yang lebih baik.

Selain itu diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital untuk memungkinkan para pelaku UMKM setempat dan BUMDes di Jawa Barat mendapatkan modal usaha dengan lebih mudah, cepat dan aman.

Moratorium Pemekaran Kabupaten Masih Berlaku, Ridwan Kamil Nilai Pemekaran Desa Lebih Solutif

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved