Wawancara Eksklusif Bripda Monica, Mojang Lodaya yang Jatuh dari Moge, Penonton Histeris Dia Santai

Foto Bripda Monica, Mojang Lodaya Ditlantas Polda Jabar yang terjatuh dari motor gede saat beraksi dalam Karnaval Sabilulungan. Penyebanya terungkap

Wawancara Eksklusif Bripda Monica, Mojang Lodaya yang Jatuh dari Moge, Penonton Histeris Dia Santai
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Polwan Cantik Bandung atraksi lepas tangan saat naik moge. 

Wajahnya terlihat sumringah saat melakukan atraksi lepas tangan tersebut.

Namun, tiba-tiba Monica seperti kehilangan keseimbangannya.

Ia terjatuh ke belakang motor dan langsung ambruk di aspal.

Meski Monica terjatuh, motor gedenya tetap melaju cukup kencang di jalur lurus.

Motor gedenya itu bahkan melaju sampai puluhan meter sebelum benar-benar terguling.

Polwan yang terjatuh dari moge mencoba bangkit
Polwan yang terjatuh dari moge mencoba bangkit ((TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN))

Monica yang terjatuh terlihat terduduk.

Ia kemudian dibangunkan rekannya.

Tentu saja, masyarakat yang menonton atraksi tersebut tampak terkejut.

Tak sedikit pula merekam momen berbahaya itu menggunakan kamera ponselnya.

Bripda Monica langsung berdiri kembali.

Meski sempat ada gangguan akibat hal itu, atraksi para Mojang Lodaya kembali dilanjutkan.

Atraksi tersebut kembali mengundang decak kagum warga.

 Detik-detik Polwan Cantik Bandung Jatuh dari Moge, Padahal Aksinya Keren, Berdiri dan Lepas Tangan

Karnaval Terbesar di Kabupaten Bandung

Ribuan warga Kabupaten Bandung tumplek di jalanan sekitar kompleks perkantoran Pemkab Bandung di Soreang, Minggu (18/8/2019) untuk menyaksikan karnaval memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74.

Para peserta karnaval berkreasi dengan segala bentuk rupa hiasan menarik dan berwarna-warni.

Ada yang membawa hihid atau kipas, caping, hingga hiasan sayap burung dengan rupa warna.

‎Sejumlah kendaraan dinas juga turut dihias.

Ekspresi sang polwan setelah terjungkal dari moge.
Ekspresi sang polwan setelah terjungkal dari moge. ((TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN))

Mereka mengikuti karnaval melintasi ruas jalan di sekitar komplek perkantoran Pemkab Bandung.

Yang tak kalah menarik, sejumlah peserta karnaval juga menari kolosal dengan tema Cetak Cetok Kuminyar Sabilulungan yang diikuti oleh 2.000 penari.

Karnaval juga dilengkapi dengan parade kostum dari sejumlah peserta.

Karnaval ini belangsung meriah.

 FOTO-FOTO Polwan Cantik di Bandung Terjungkal Saat Atraksi Naik Moge, tapi Mogenya Maju Terus

Menurut pantauan Tribun Jabar, ruas jalan tumplek dengan lautan manusia dipenuhi beragam kostum warna-warni.

Semua peserta maupun warga, menebar senyum.

Catatan Tribun, ini yang pertama digelar di Kabupaten Bandung.

"Karnaval ini sangat meriah, selama saya tinggal di Soreang, ini kayanya yang pertama dan terbesar," ujar Suciwati (36)‎ warga kompleks Soreang Indah. Ia datang bersama anak dan suaminya.

Ia datang sedari pagi saat belum panas terik matahari.

Keluarga ini menikmat setiap rangkaian karnaval yang tersaji. Apalagi, ini kali pertama digelar semeriah tahun ini.

"Istri dan anak terhibur. Suasana karnaval dan para pesertanya menarik dan seru. Harapannya tetap dipertahankan dan rutin digelar tiap tahun," ujar Ramdan (37), suami Suciwati.

Ekspresi sang polwan setelah terjungkal dari moge. ((TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN))
Materi yang disajikan peserta karnaval jadi sajian yang menarik, kata Romi (30).

Menurut dia, ini karnaval pertama dan terbesar di Kabupaten Bandung. Kemeriahannya membuatnya berkesan.

"Karena selama ini, kan, tidak pernah ada karnaval sebesar dan semeriah ini. Jadi kami juga kaget ternyata sekeren ini," kata Romi, warga kompleks Gading Tutuka.

Kabid Promosi Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan, mengatakan pihaknya melibatkan penari dari seluruh sanggar tari di Kabupaten Bandung dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

"Total peserta dalam karnaval ini sekitar 3.000 personel, untuk penari sendiri sekitar 2.000 penari yang berasal dari seluruh sanggar tari dan komunitas di Jawa Barat," kata Vena.

Vena menambahkan, tari Ceta Cetok Kuminyar merupakan tarian jaipongan yang dimodifikasi menjadi tarian kontemporer.

Nantinya para penari ini akan mengenakan cetok atau topi petani dan membawa hihid atau kipas bambu berwarna merah putih.

"Mereka berlatih sejak dua bulan ke belakang untuk mempersiapkan karnaval ini. Workshop dan coaching dilakukan tiap minggu," katanya. (TribunJabar.id/Yongky Yulius/Widia Lestari)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved