Warga 2 Desa di Talun Cirebon Berharap Ada Bantuan Air Bersih, Kemarau Bikin Sumur Mengering

Warga Desa Kerandon dan Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mengharapkan adanya bantuan air bersih

Warga 2 Desa di Talun Cirebon Berharap Ada Bantuan Air Bersih, Kemarau Bikin Sumur Mengering
tribunjabar/hakim baihaqi
Emak-emak mandi dan mencuci pakaian di saluran irigasi di Cirebon 2 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Warga Desa Kerandon dan Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mengharapkan adanya bantuan air bersih dari pemerintah setempat untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat musim berkepanjangan seperti saat ini, warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, sehingga menghambat aktivitas warga.

Informasi yang berhasil diterima Tribun Jabar, Selasa (20/8/2019), kesulitan air bersih yang dirasakan oleh warga dari dua tersebut yakni, mulai terjadi pada akhir Mei 2019.

Hingga saat ini, pemerintah setempat belum pernah sama sekali membantu memasok air bersih, sehingga warga memanfaatkan saluran irigasi yang melintang di desa tersebut.

Gayatri (50), warga Desa Kerandon, mengatakan, kesulitan mendapatkan pasokan air bersih tersebut dirasakan oleh warga setiap musim kemarau, lantaran sungai milik warga hampir surut.

Air Sumur Mengering, Emak-emak di Cirebon Ini Terpaksa Mandi dan Cuci Pakaian di Saluran Irigasi

Ia menambahkan, hingga saat ini pemerintah belum pernah memberikan upaya, sehingga saluran irigasi menjadi alternatif selama musim kemarau.

"Kalau ada bantuan air bersih, mungkin tidak akan cuci baju di sungai," kata Gayatri di Jalan Kuwu Sangkan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa (20/8/2019).

Pantauan Tribun Jabar, Selasa (20/8/2019), warga dua desa yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga ini, mendatangi saluran irigasi atau susukan tersebut mulai dari pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di saluran irigasi tersebut yakni, mencuci pakaian, mencuci peralatan rumah tangga, mandi, hingga ada yang melakukan buang air besar (BAB).

Kelakuan Aneh Bocah Cianjur, Kalau Tak Nemu Ular dan Kodok, Kucing Pun Ditarik Sampai Mati

Meskipun kondisi air saluran air tampak jernih, sampah rumah tangga, mulai dari plastik kemaran, botol minuman, hingga potongan ranting pohon, terlihat mengotori aliran sungai.

Warga lainnya, Suharti (60), mengatakan, meskipun tercampur dengan sampah rumah tangga, air di saluran tersebut dianggap masih layak digunakan untuk mencuci dan tidak meninggalkan noda dipakaian.

"Aman-aman saja, tidak pernah mengeluhkan apa-apa. Berharap tidak," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved