Pemuda Tunanetra Penjual Kerupuk Gurilem di Kota Cimahi Ini Kerap Alami Hal Tak Terduga

Elwanggi (24), pemuda penyandang tunanetra penjual kerupuk gurilem ini mulanya selalu tidak puas jika hasil jualannya tidak menghasilkan uang banyak.

Pemuda Tunanetra Penjual Kerupuk Gurilem di Kota Cimahi Ini Kerap Alami Hal Tak Terduga
syarif pulloh anwari/tribun jabar
Elwanggi, penjual kerupuk di Cimahi yang tuna netra 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Elwanggi (24), pemuda penyandang tunanetra penjual kerupuk gurilem ini mulanya masih memiliki perasaan tidak puas jika hasil jualannya tidak menghasilkan uang yang banyak.

Namun kini, setelah kerap mengalami hal-hal yang tidak terduga, dia mulai sadar dan mulai melakukan aktivitasnya berdagang secara ikhlas.

Terlebih dengan kondisi keterbatasan penglihatan, pemuda asal Bekasi ini pun selalu berupaya untuk tidak sering mengeluh.

Dia selalu menjalani rutinitasnya berdagang keliling di Kota Cimahi bahkan hingga ke Kota Bandung.

Ia berdagang kerupuk gurilem tersebut ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas bisa hidup mandiri.

Elwanggi, penjual kerupuk di Cimahi yang tuna netra. Elwanggi berjualan kerupuk keliling Cimahi dan Bandung.
Elwanggi, penjual kerupuk di Cimahi yang tuna netra. Elwanggi berjualan kerupuk keliling Cimahi dan Bandung. (syarif pulloh anwari/tribun jabar)

Elwanggi menceritakan hal yang tak terduga sewaktu mendapatkan keuntungan dari hasil jualannya itu.

Menurutnya, perhari ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp 50 ribu bahkan lebih.

"Waktu awal-awal selalu menghitung hasil jualannya. Setiap harinya itu saya banyak yang kasih sodakoh ( sedekah), ratusan ribu rupiah per harinya, tapi pas pulang dihitung anehnya (keuntungan) pas terus (sesuai dengan kerupuk yang terjual), jika terjual lima dapatnya segitu, harusnya kan lebih (jika ditambah dengan uang sedekah)," tutur Elwanggi kepada Tribun Jabar, Selasa (20/8/2019).

"Suatu ketika, (saya) enggak menghitung hasil jualannya. Ternyata alhamdulillah dari situ dapat lebih terus. Suatu hari pernah dapat lima ribu (hasil menjual kerupuk), jadi dapat Rp 150 ribu. Oh, ternyata Alloh memberikan rezeki, bahwa rezeki seseorang tidak akan pernah tertukar," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved