Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon Sepi, Ada Apa Ya? Ternyata Begini Pernyataan Ketua Dewan

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, yang membahas pemandangan umum DPRD terhadap Rapid Perubahan TA 2019 dan Raperda RPJMD

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon Sepi, Ada Apa Ya? Ternyata Begini Pernyataan Ketua Dewan
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon pada Senin (19/8/2019) tampak sepi. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, yang membahas pemandangan umum DPRD terhadap Rapid Perubahan TA 2019 dan Raperda RPJMD Kabupaten Cirebon tahun 2019-2014, pada Senin (19/8/2019) tampak sepi.

Pantauan Tribun Jabar, di ruang sidang Abhimata Paripurna, Kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Bonang, puluhan kursi untuk anggota legislatif yang terhormat dan pejabat pemerintahan tampak kosong.

Rapat tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mustofa dan dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno, yang mewakili Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

Fakta Baru Video Vina Garut, 3 Tersangka Diperiksa karena Terindikasi HIV, Penyebar Video Terungkap

Dalam agenda rapat tersebut, perwakilan fraksi menyampaikan pemandangan umum terkait kinerja Pemerintah Kabupaten dan RPJMD tahun anggaran 2019-2024.

Tak hanya itu, agenda rapat tersebut pun, dalam jadwal dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB, namun rapat berlangsung molor dilaksanakan sekira pukul 11.00 WIB.

Anggota Komisi I Fraksi Hanura, Supirman, dalam pemandangannya, menyebutkan, rapat tersebut hanya diikuti oleh segelintir pejabat saja, sebagian yang datang pun merupakan anggota legislatif, bukan dari eksekutif atau pejabat pemerintahan Kabupaten Cirebon.

"Kami lihat tidak ada keseriusan dari eksekutif, buat apa kami menyampaikan pemandangan kalau mereka saja tidak ada," kata Supirman seusai rapat paripurna.

Ini Nama Tiga Kiper Calon Pengganti Deden Nasthir, Semuanya Masih Muda

Supirman mengatakan, seharusnya pejabat kepala dinas atau setingkat eselon tiga di pemerintahan Kabupaten Cirebon, hadir dalam rapat tersebut, dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat yang diwakili oleh legislatif.

Pihaknya pum meminta, kepada sekda atau Plt Bupati Cirebon, memberikan punishment kepada pejabat yang tidak hadir dan sebaliknya, memberikan reward untuk pejabat yang hadir di apat tersebut.

"Potong saja tunjangannya kalau mereka tidak hadir," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved