Senin, 20 April 2026

Kronologi Kerusuhan di Manokwari Papua, Blokade Jalan hingga Pembakaran, Ini Videonya

Terjadi kerusuhan di Manokwari saat aksi para mahasiswa Papua. Dampak dari kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, aktivitas perekonomian warga

Editor: Widia Lestari
(KONTRIBUTOR KOMPAS TV/ BUDY SETIAWAN)
Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap tindakan rasisme yang terjadi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. 

TRIBUNJABAR.ID - Terjadi kerusuhan di Manokwari saat aksi para mahasiswa Papua.

Dampak dari kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, aktivitas perekonomian warga di Kota Manokwaru lumpuh.

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengimbau warga untuk tenang dan tak melakukan aksi yang merugikan diri sendiri.

Simak pernyataan Wagub Papua Barat di atas terkait kondisi terkini di Manokwari, Papua Barat, di atas.

Simak pula perkembangan terkini kasus kerusuhan di Manokwari melalui Topik Pilihan Kerusuhan di Manokrawi.

Kerusuhan di Manokwari pada Senin (19/8/2019) pecah akibat massa marah sebagai respons solidaritas perlakuan aparat pada aksi para mahasiswa Papua di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Kompas TV melaporkan, demo massa di Manokwari diawali dengan blokade jalan dan pembakaran di tengah jalan.

Polri Sebut Kerusuhan di Manokwari Diprovokasi Konten Media Sosial

Dalam aksinya warga memblokade jalan dengan ranting pohon serta membakar ban bekas.

Beberapa ruas jalan yang di blokade diantaranya Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan Jalan Manunggal Amban di Distrik Manokwari Barat.

Akibat aksi ini aktivitas warga terganggu.

Sejumlah toko dan bank tutup.

Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya, Senin (19/8/2019).
Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya, Senin (19/8/2019). (KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN)

Aksi itu merembet dengan pembakaran Gedung DPRD Provinsi Papua Barat di Manokwari.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan, pihaknya mengimbau supaya massa bisa menahan diri.

"Karena segalanya bisa kita komunikasikan dengan baik, kita cari solusi dengan baik," katanya.

Harapannya, aksi yang dilakukan tidak mengganggu ketertiban umum serta perekonomian Manokwari sendiri.

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved