Sabtu, 9 Mei 2026

Aksi Massa Rusuh, Manokwari Lumpuh, Toko dan Bank Pemerintah Tutup

Akibatnya, sejumlah ruas jalan yang diblokade, yakni Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan jalan Manunggal Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupat

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN
Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya, Senin (19/8/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, MANOKWARI - Menanggapi tindakan persekkusi dan rasisme yang dilakukan ormas dan oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang, warga Manokwari, Papua Barat menggelar aksi di sejumlah ruas jalan di Manokwari, Senin pagi (19/8/2019).

Massa terlihat membakar ban bekas dan meletakan ranting pohon di sejumlah ruas jalan.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan yang diblokade, yakni Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan jalan Manunggal Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Massa juga melemparkan pecahan botol dan merobohkan papan reklame, serta tiang traffict light yang berada di pinggir jalan Yos Sudarso.

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap tindakan persekusi dan rasisme yang dilakukan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Oknum Aparat, terhadap mahasiswa Papua, di Malang, Surabaya dan Semarang.

BREAKING NEWS , Manokwari Rusuh Gedung DPRD Papua Barat Ludes Dibakar

Lumpuh total, Manokwari belum siaga 1

Akibat aksi ini, ruas jalan tersebut lumpuh total. Bahkan sejumlah toko-toko dan bank pemerintah tutup. Nampak sejumlah aparat berada di titik lokasi, untuk mengamankan situasi.

Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol Moch Sagi, mengatakan situasi Manokwari secara umum masih aman dan terkendali.

“Belum ada penetapan status siaga satu untuk Manokwari. Kita masih berkomunikasi agar aksi ini tidak anarkis,” ujarnya.

Hingga pukul 08.00 WIT, akses jalan Yos Sudarso di perempatan lampu merah Sanggeng, Jalan Trikora Wosi dan beberapa tempat lain masih diblokade warga.

Bendera Merah Putih Dikabarkan Dibuang di Selokan di Dekat Asrama Mahasiswa Papua, Ini Kata Polisi

Soal tindakan rasisme

Gubernur Papua Lukas Enembe sebelumnya mengatakan bahwa Pemprov Papua menghargai upaya hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan, sepanjang dilakukan secara proposional dan profesional, serta berkeadilan.

Walaupun begitu, ia juga meminta aparat keamanan tidak melakukan pembiaran terhadap tindakan persekusi dan main hakim sendiri oleh kelompok atau individu orang yang dapat melukai hati masyarakat Papua.

Hal ini dikatakannya menanggapi tindakan aparat mengamankan 43 mahasiswa di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

"Pemprov Papua menyatakan empati dan prihatin terhadap insiden yang terjadi di Kota Surabaya, Semarang dan Malang, yang berakibat adanya penangkapan atau pengosongan asrama mahasiswa Papua," kata Lukas kepada wartawan, di Jayapura, Minggu (18/08/2019).

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved