Hari Kemerdekaan Indonesia
Pencipta Lagu Hari Merdeka atau Lagu 17 Agustus 1945, Ternyata Seorang Habib, Ini Biografinya
Lagu Hari Merdeka atau juga populer dengan sebutan 17 Agustus 1945 menjadi lagu wajib dinyanyikan saat warga Indonesia merayakan hari kemerdekaan RI.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Yulis Tribun Jabar
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lagu Hari Merdeka atau juga populer dengan sebutan 17 Agustus 1945 menjadi lagu wajib dinyanyikan saat warga Indonesia merayakan hari kemerdekaan RI.
Di dunia maya bertebaran video-video orang menyanyikan lagu "Hari Merdeka."
Bahkan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid pun ikut mencuit soal lagu ini.
Di akun twitternya, dia ikut memuji pencipta lagu "Hari Merdeka."
Dia menanggapi akun twitter Budi Setyarso yang mengunggah video unik, seorang pria menyanyikan lagu "Hari Merdeka" sekaligus menjadi musik latarnya.
H Mutahar sang pencipta lagu itu, menurut Hidayat Nur Wahid, ternyata juga seorang habib. Nama lengkapnya adalah al Habib Muhammad bin Huseain al Mutahar.
Dalam definisi umum, habib adalah seorang yang dicintai, atau keturunan dari Rasulullah Muhammad SAW.
Begitu hebatnya lagu ciptaan H Mutahar, siapakah dia sebenarnya?
Dikutip dari ensiklopedi bebas Wikipedia, H Mutahar memiliki nama lengkap Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar atau yang lebih dikenal dengan nama H. Mutahar.
• HUT ke-74 RI, Pengibaran Bendera Merah Putih Terakhir di Jabar, Usianya Sudah 50 Tahun
Dia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 5 Agustus 1916.
Lalu meninggal dunia di Jakarta, pada 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun.
H Mutahar adalah seorang komponis musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu kebangsaan dan anak-anak.
Banyak lagu ciptaanya yang menempel di benak anak-anak sekolah, karena mudah dihapal dan mengibarkan semangat berjuang dan penuh nilai-nilai kebaikan.
Lagu ciptaannya yang populer adalah hymne Syukur (diperkenalkan Januari 1945) dan mars Hari Merdeka (1946).
• HUT ke-74 RI, Ini Satu-satunya Perempuan yang Kibarkan Bendera Merah Putih di Tebing Citatah 48
Karya terakhirnya, Dirgahayu Indonesiaku, menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.
Lagu anak-anak ciptaannya, antara lain: "Gembira", "Tepuk Tangan Silang-silang", "Mari Tepuk", "Slamatlah", "Jangan Putus Asa", "Saat Berpisah", dan "Hymne Pramuka".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/h-mutahar-pencipta-lagu-hari-merdeka_20180814_134652.jpg)