Warga Desa Battembat Kabupaten Cirebon Minta Pemerintah Bersihkan Sampah di Sungai Cipager

Warga Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, berharap kepada pemerintah setempat untuk membantu membersihkan aliran Sungai Cipager

Warga Desa Battembat Kabupaten Cirebon Minta Pemerintah Bersihkan Sampah di Sungai Cipager
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sampah tutupi permukaan air Sungai Cipager di sekitar Bendungan Suplesi Canggong, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/8/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Warga Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, berharap kepada pemerintah setempat untuk membantu membersihkan aliran Sungai Cipager yang berada di desa tersebut dari tumpukan sampah.

Di sekitar aliran sungai, terdapat dua plang yang masing-masing bertuliskan agar tidak membuang sampah sembarangan, namun hal tersebut tidak membuat kondisi sungai terbebas dari sampah.

Warga Blok Babadan, Desa Battembat, Mugeni (64), mengatakan, seharusnya pemerintah melakukan upaya mengembalikan fungsi, sehingga sungai dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan masyarakat seperti beberapa tahun lalu.

"Sungai kan untuk air, bukan untuk sampah. Pemerintah harus tegas, ini bukan cuma dari warga sini saja," kata Mugeni di sekitar sungai, Rabu (15/8/2019).

Lautan Sampah Menutupi Sungai Cipager Cirebon, Kerap Terjadi di Musim Kemarau

Mugeni mengatakan, kalau ia beberapa bersama warga lainnya untuk mencoba membersihkan, namun tidak berdampak sama sekali, karena setiap harinya tumpukan sampah semakin banyak.

"Dibersihkan sama warga sama sekali tidak kelihatan, harus pakai alat berat,"katanya.

Pantauan Tribun Jabar, Rabu (15/8/2019), di sekitar Bendungan Suplesi Canggong, Kecamatan Tengah Tani, sampah yang sebagian besar merupakan sampah rumah tangga sepanjang 100 meter itu, menutupi seluruh permukaan aliran sungai.

Jawaban Djadjang Nurjaman Jika Diminta Balik Melatih Persib Bandung, Dia Bilang Begini Sambil Ngakak

Jenis sampah yang menutupi aliran Sungai Cipager, yakni sampah plastik kemasan, styrofoam, ranting pohon, bambu, baligho bekas, bangkai hewan ternak, peralatan rumah tangga, hingga plastik kemasan alat medis.

Dari radius 50 meter, aroma busuk dari aliran Sungai Cipager mulai tercium terutama oleh para pejalan kaki serta pengendara, bahkan ratusan lalat pun terlihat mengerubuni sampah, terutama sampah bangkai hewan ternak.

Berbeda dengan sungai lainnya, kondisi fisik air Sungai Cipager berwarna hijau lumut dan tidak mengalir, akibat tertutup tumpukan sampah di Bendungan Suplesi Canggong.

Ini Bayaran untuk Perempuan Bernisial V Pemeran Video Vina Garut, Hasil Pemeriksaan Polisi

Bayi Nangis Peluk Jasad Ayah yang Tiga Hari Membusuk, Kulit Jenazah Menempel di Pipi Sang Anak

Teriakan Persib Butut Kembali Menggema Usai Laga Persib Bandung vs Borneo, Masalah Sepanjang Musim

 

 

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved