Proklamasi Kemerdekaan RI Pertama Kali Dibacakan di Cirebon oleh Seorang Dokter
Hari ini tepat 74 tahun yang lalu terjadi peristiwa bersejarah di Cirebon.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Hari ini tepat 74 tahun yang lalu terjadi peristiwa bersejarah di Cirebon.
Para pejuang yang dipimpin dr Soedarsono membacakan proklamasi kemerdekaan RI di Alun-alun Kejaksan, Jl Kartini, Kota Cirebon, pada 15 Agustus 1945.
Ya, kemerdekaan RI ternyata diproklamirkan pertama kali di Kota Udang.
Dua hari sebelum naskah proklamasi kemerdekaan RI dibacakan Soekarno - Hatta di Jalan Pegangsaan Timur pada 17 Agustus 1945.

Budayawan Cirebon, Nurdin M Noor, mengatakan, dr Soedarsono sendiri merupakan pejuang kemerdekaan RI asal Cirebon.
"Beliau ini ranah politiknya di bawah Sutan Sjahrir, dan ayah dari Prof Dr Juwono Soedarsono, Menteri Pertahanan era Soeharto," kata Nurdin M Noor saat ditemui di kediamannya di kawasan Perumnas, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (15/8/2019).
• Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, Soekarno Demam 40 Derajat dan Terserang Malaria
Kala itu, Soedarsono merupakan dokter di Rumah Sakit Oranje yang kini telah berubah nama menjadi RSD Gunung Jati, Kota Cirebon.
Nurdin mengakui hal itu merupakan peristiwa sejarah yang luar biasa dan tidak disangka-sangka.
Ia mengatakan, tidak semua orang tahu mengenai peristiwa bersejarah tersebut.
• Teks Proklamasi Nyaris Tak Bisa Diketik, Sayuti Dapat Pinjaman Mesin Tik dari Perwira Nazi Jerman
Mengingat minimnya catatan sejarah mengenai proklamasi kemerdekaan RI yang dipimpin dr Soedarsono itu.
Hanya Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, yang menjadi saksi bisu tentang para pejuang membacakan teks proklamasi tersebut.
"Saat itu juga hanya disaksikan kira-kira 50-an orang," ujar Nurdin M Noor.

• Rekaman Suara Soekarno Saat Baca Proklamasi Diperdengarkan Saat Upacara HUT ke-73 RI di GIM
Saat ini, Alun-alun Kejaksan sendiri ditutup sementara karena tengah direvitalisasi.
Seluruh sisinya juga tampak ditutupi seng setinggi kira-kira dua meter dan terlihat sejumlah alat berat terlihat yang dioperasikan.