Khasiat Bajakah Ditemukan Sejak 1980, Buktinya Wanita Ini Sembuh Total dari Kanker Payudara

Khasiat tanaman Bajakah sudah dirasakan Daldin, salah satu warga suku Dayak asli Kabupaten Gunung Mas, Palayangkaraya.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Dedy Herdiana
Kolase Tribun Jabar/Kompas.com
khasiat air rebusan Bajakah 

TRIBUNJABAR.ID - Khasiat tanaman Bajakah sudah dirasakan Daldin, salah satu warga suku Dayak asli Kabupaten Gunung Mas, Palayangkaraya.

Pada 1970-1980-an, ibu Daldin divonis mengidap kanker payudara stadium empat.

Tak disangka-sangka, ibu Daldin sembuh setelah meminum air rebusan Bajakah.

Awalnya, dokter menyarankan agar ibu Daldin dioperasi untuk mengangkat kanker payudaranya.

Namun, ia menolak dan memilih pulang ke kampungnya.

Melansir dari Kompas.com, ayah Daldin mencari akar tanaman Bajakah yang biasa tumbuh di tengah hutan.

Selama satu bulan sang ibu meminum air rebusan Bajakah.

Lalu, ibu Daldin dinyatakan sembuh total dari kanker payudara.

"Hanya dalam dua minggu reaksi, sebulan sembuh total," kata Daldin saat diwawancarai secara eksklusif oleh KompasTV, Selasa (13/8/2019).

Padahal sebelum meminum air rebusan Bajakah, ibu Daldin sangat kesakitan.

Daldin dan anaknya ketika diwawancarai
Daldin dan anaknya ketika diwawancarai (Capture Live KompasTV)

Kanker payudara menggerogoti tubuhnya selama kurang lebih 10 tahun.

Bahkan, kanker payudara itu membuat luka yang bernanah dan mengeluarkan darah.

Penemuan khasiat Bajakah sembuhkan kanker itu membawa tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya mendapat predikat juara dunia di World Invention creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Ketiga siswa itu adalah Yazid yang merupakan anak kandung Daldin, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani.

(Tribun Jabar)

Pasca Dipecat Persebaya, Eks Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman Akan Hadiri Launching Tim Persima

Kabar Terbaru Enzo di Akmil, Tak Tahu Jejak Digitalnya Bocor, TNI Tetap Pertahankan Bule Prancis Itu

Kandungan Bajakah

Kepala Laboratorium Bio Kimia dan Molekuler dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM), Eko Suhartono menceritakan saat dirinya meneliti kayu Bajakah yang disebut bisa menyembuhkan kanker.

Eko merupakan peneliti dan analis yang terjun langsung melakukan penelitian terhadap kayu Bajakah.

Kayu Bajakah merupakan tanaman yang dijadikan sebagai obat penyembuh kanker oleh siswa SMAN 2 Palangkaraya.

Obat tersebut kemudian diikutsertakan dalam lomba internasional dan menang.

Eko mengatakan, saat ditawari meneliti kayu Bajakah, Eko langsung tertarik. Pasalnya, kayu ini baru pertama kali diteliti secara ilmiah.

"Secara ilmiah baru pertama kali dilakukan penelitian terhadap kayu ini. Kami justru enggak tahu ada kayu ini, yang tahu orang Dayak Kalteng," ujarnya saat dihubungi, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, penelitian ilmiah terhadap kayu Bajakah dilakukan secara kuantitatif.

siswa SMAN 2 Palangkaraya meraih juara dunia di World Invention Olympic
siswa SMAN 2 Palangkaraya meraih juara dunia di World Invention Olympic (kompas.com)

Waktu itu, ia bertindak sebagai kepala departemen.

Pada tahap awal penelitian, setelah diketahui kayu itu memiliki banyak kandungan senyawa pada kayu Bajakah, Eko terperangah.

Eko tak menyangka, ada banyak kandungan senyawa anti oksidan pada kayu Bajakah yang bisa berfungsi melawan sel kanker.

"Hasil penelitian di lab, yang jelas Bajakah ini memiliki senyawa-senyawa yang bisa berperan sebagai antioksidan yang sekaligus bisa berperan sebagai anti kanker," ujar Eko.

Penasaran dengan temuan senyawa pada kayu Bajakah, tahap berikutnya Eko lantas mencoba menyuntikkan sel kanker pada mencit atau tikus putih.
Pada fase ini Eko harus menunggu lagi sampai benjolan-benjolan pada tubuh tikus bermunculan.

Banyaknya benjolan pada tikus merupakan tanda bahwa tikus sudah terpapar sel kanker.

Pada tahap inilah, senyawa-senyawa yang dihasilkan dari kayu Bajakah disuntikan pada tikus.

Sekali lagi, Eko kembali terperangah setelah menunggu beberapa pekan, benjolan-benjolan pada tikus berkurang dan mengecil.

"Sebulan dua bulan, mencit yang benjolannya berkurang dibedah lagi kemudian dilihat lagi, dan ternyata di bulan ketiga benjolan malah hilang sama sekali," ucapnya.

Hilangnya benjolan memastikan bahwa tikus sembuh dari kanker.

Dengan penelitian ini, Eko menjelaskan bahwa temuan ini hanyalah tahap awal dan belum pernah diuji coba pada manusia.

Eko pun patut berbangga karena Laboratorium FK ULM yang kini ditanganinya mampu meneliti kayu Bajakah yang ternyata bisa menyembuhkan kanker.

Laboratorium FK ULM menurutnya telah diakui karena telah menerima sample penelitian dari seluruh Indonesia, termasuk kayu Bajakah.

"Lab kami ini memiliki fasilitas sederhana tapi kualitas dunia," ujar Eko.

Diberitakan sebelumnya, tiga siswa asal Palangkaraya berhasil menemukan obat penyembuh kanker.

Temuan mereka ini berhasil menjadi juara pada lomba di Seoul, Korea Selatan, dengan menyabet medali emas.

(Kompas.com)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved