Penumpang Gelap Didepak agar Tak Ganggu Prabowo, Bukan Ulama Bukan Partai Koalisi, Tak Tahunya HTI

Istilah penumpang gelap digunakan oleh Partai Gerindra untuk menyebut sejumlah tokoh yang berada di pihaknya ketika Pilpres 2019.

Instagram/prabowo
Prabowo dan Sandiaga Uno update Instagram pada hari sidang putusan MK, postingannya banjir komentar dari warganet. 

TRIBUNJABAR.ID - Istilah penumpang gelap digunakan oleh Partai Gerindra untuk menyebut sejumlah tokoh yang berada di pihaknya ketika Pilpres 2019.

Penumpang gelap itu dibahas oleh Wasekjen DPP Gerindra Andre Rosidae, Waketum Partai Gerindra bidang Buruh dan Ketenagakerjaan Arief Puyuono, dan Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Melansir dari tayangan TVOne yang diunggah pada 10 Agustus 2019, Andre Rosidae mengatakan penumpang gelap itu mendukung Prabowo Subianto bukan dari awal.

Mereka masuk dan mendukung di tengah jalan.

Andre Rosidae mengatakan penumpang gelap itu justru ingin menciptakan bentrokan antara ulama dan aparat penegak hukum.

Bila bentrokan terjadi maka situasi akan menjadi chaos atau ricuh.

Tujuan akhir penumpang gelap, kata Andre Rosidae, adalah pemerintah juga ikut ricuh dan berimbas pada tak dilantiknya Jokowi.

Selama membahas penumpang gelap, Andre Rosidae tidak pernah menyebut identitasnya.

Ia hanya mengatakan penumpang gelap bukan berasal dari partai koalisi dan ulama.

Akun twitter Ferdinand Hutahaean diretas
Akun twitter Ferdinand Hutahaean diretas (tribunnews)

Justru penumpang gelap itu ingin mengorbankan ulama dan emak-emak yang ada dalam barisan pendukung Prabowo Subianto ketika sidang MK berlangsung.

"Tiba-tiba ada orang yang memberikan ide mengorbankan ulama dan emak-emak untuk kepentingan kekuasaam. Ditolak (ide) oleh Prabowo, orangnya kecewa dan pergi," katanya.

Sebagai bentuk penolakan ide tersebut, Prabowo Subianto sempat mengimbau agar pendukungnya tidak melakukan aksi ketika sidang MK.

Tujuannya penggembosan kekuatan penumpang gelap.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved