Kisah Sang Pemantau Gunung Tangkubanparahu, Tidur Cuma 2 Jam, Keluarga Sering Bertanya Kapan Pulang

Gunung Tangkuban Parahu erupsi. Di balik erupsi menurus Gunung Tangkubanparahu itu, ada perjuangan dari para pengamat gunung api.

Kisah Sang Pemantau Gunung Tangkubanparahu, Tidur Cuma 2 Jam, Keluarga Sering Bertanya Kapan Pulang
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Hendri Deratama (32). Ia merupakan petugas pengamat Pos Gunung Api Tangkuban Perahu. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat atau pemantau gunung api yang bertugas di Pos Pemantauan Gunungapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus bekerja untuk melakukan pemantauan kondisi Gunung Tangkubanparahu.

Bahkan sejak Gunung Tangkubanparahu erupsi pada, Jumat (26/7), hingga gunung tersebut statusnya dinaikkan menjadi Level II Waspada, mereka terus melakukan pemantauan hingga 24 jam karena harus melaporkan kondisi terbaru dari gunung tersebut.

Gunung yang terkenal dengan Legenda Sangkuriang itu terus mengalami erupsi dan kondisinya belum menunjukkan perubahan yang signifikan dengan gempa tremor 30 hingga 50 milimeter dominan 50 milimeter dan rekomendasi jarak aman tetap dengan radius 1,5 kilometer.

Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu Masih Tinggi, Terus Terjadi Erupsi dan Gempa Tremor

Di balik erupsi menurus Gunung Tangkubanparahu itu, ada perjuangan dari para pengamat gunung api.

Pada Kamis (8/8), jurnalis Tribun Hilman Kamaludin  melakukan wawancara Eksklusif dengan Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Tangkubanparahu, Hendri Deratama terkait jerih payahnya memantau Gunung Tangkubanparahu.

Berikut hasil  wawancaranya.

Selama melakukan pemantauan sejak GunungTangkubanparahu Erupsi, apa saja tugas yang harus dikerjakan di Pos ini?

Di sini kami melakukan pendataan untuk melaporkan data terbaru Gunung Tangkubanparahu ke pusat, lalu pemantauan ke lapangan, mantau seismograf untuk menggeser-geserkan jarumnya, karena, kan, di sini masih manual, menurut saya itu yang paling berat karena harus standby terus.

Ada berapa orang yang bertugas di sini untuk menyelesaikan semua tugas itu?

Sebetulnya yang tugas di sini, jumlahnya ada empat orang, tapi yang satunya lagi pelatihan di Yogya. Jadi tugas di sini itu sangat melelahkan hingga kami kurang tidur, apalagi saat ini kondisinya masih erupsi menerus. Tetapi yang namanya tugas berarti tanggung jawab kami untuk menyelesaikannya.

Halaman
123
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved