Persib Bandung

Bobotoh Bentangkan Spanduk Lupa Caranya Menang? dan Teriak Kecewa usai Persela vs Persib Bandung

Persib Bandung kembali mendapat hasil tak maksimal kala ditahan imbang Persela Lamongan dengan skor 2-2.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Bobotoh bentangkan spanduk bertuliskan Lupa Caranya Menang? jelang berakhirnya laga Persela Lamongan vs Persib Bandung di Stadion Surajaya, Lamongan Kamis (8/8/2019), 

Persib Bandung:

I Made Wirawan, Supardi Nasir, Bojan Malisic, Achmad Jufriyanto, Ardi Idrus, Hariono, Abdul Aziz, Febri Hariyadi, Ghozali Siregar, Esteban Vizcarra, Ezechiel NDouassel.

Kata Pelatih Persela Lamongan Tentang Kondisi Persib Bandung yang Telan 3 Kekalahan Beruntun

Persib Bandung Sedang Berjuang di Lamongan, Apa yang Dilakukan Rene Mihelic dan Artur Gevorkyan?

Kebiasaan Bobotoh Lempar Botol di Stadion,

Pentolan Viking: Jangan Disalahkan, daripada Bikin Rusak Kota

SANKSI dari Komisi Disiplin PSSI seolah terus membuntuti Persib Bandung.

Memasuki pekan ke-12 Liga 1, sudah empat sanksi yang harus diterima skuat asuhan Robert Alberts ini.

Semuanya akibat ulah suporter, bobotoh, yang kerap melemparkan botol bekas minuman ke tengah lapangan saat laga masih berlangsung.

Link Live Streaming Persela Lamongan vs Persib Bandung, Libas Laskar Joko Tingkir Bukan Hal Mudah

Pentolan Viking Persib Club Yana Umar mengatakan selalu ada alasan kenapa para suporter atau bobotoh Persib Bandung kerap melakukan pelanggaran itu.

Kepada jurnalis Tribun Jabar Nazmi Abdurrahman, Yana Umar buka-bukaan. Berikut petikan wawancaranya.

Bobotoh menjadi alasan Komdis PSSI mengeluarkan denda untuk Persib. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sebenarnya, tidak bisa disalahkan juga bobotohnya karena itu reaksi spontan di lapangan saat pertandingan, daripada membuat kerusakan di kota, yang efeknya akan lebih besar.

Yana Umar (42) ditemui di Stadion Persib (16/6/2017) berharap Bobotoh, PT Persib Bandung Bermartabat dan Walikota Bandung dapat memberikan bantuannya kepada Rukman.
Yana Umar (42) ditemui di Stadion Persib (16/6/2017) berharap Bobotoh, PT Persib Bandung Bermartabat dan Walikota Bandung dapat memberikan bantuannya kepada Rukman. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FERDYAN)

Kalau Persib Bandungnya menang, reaksi itu (pelemparan) tidak akan ada. Pasti pertandingan akan ditutup dengan lagu-lagu atau Viking clap.

Sekarang, tinggal Persib Bandung, bisa-tidak menang, minimal di kandang? Sekarang, kan, untuk menang di kandang saja susah.

Akhirnya, kekesalan bobotoh diluapkan di lapangan. Buat saya itu hal yang wajar.

Apakah bobotoh tidak mau belajar dari kesalahan yang terjadi musim lalu sehingga Persib sampai harus bermain di luar Pulau Jawa?

Tentunya ada pembelajaran. Namanya juga manusia.

Tapi kondisinya berbeda ketika bobotoh sudah ada di dalam stadion. Kejadian musim lalu itu akan terlupakan ketika melihat Persib mainnya jelek, jadi tidak mungkin kepikiran sanksi musim lalu saat melempar.

Dikalahkan Persib Bandung dan 2 Lawan Lain di Kandang, Pelatih PSIS Jafri Sastra Dipecat

Kesadaran itu baru datang ketika ada sanksi. Kejadian tanpa penonton dan bermain di luar Jawa itu karena kejadian yang tidak diinginkan sampai ada yang meninggal.

Semoga itu tidak terjadi lagi. Kalau sekadar pelemparan dan kata-kata di lapangan, itu tidak terlalu dikhawatirkan. Itu mah, kan, spontan saja.

Sebagai kelompok suporter Persib Bandung terbesar, apa langkah Viking dalam mengedukasi bobotoh, khususnya anggota Viking?

Pasti ada imbauan-imbauan karena kami juga tidak ingin ada pelemparan atau kejadian yang tidak diinginkan yang dapat merugikan tim.

Tapi, kan, balik lagi, ketika di stadion kondisinya berbeda, apalagi kondisi timnya kalah, mustahil terkontrol semua bobotoh yang ada di stadion.

Tidak bisa. Bobotoh itu bagaimana kurang setia sama Persib Bandung? Di saat kondisi seperti ini masih ada bobotoh yang nonton di luar kota, di Martapura, Magelang, dan nanti juga di Lamongan pasti ada. Setiap kandang dan tandang selalu ada.

Selama ini bobotoh selalu menyalahkan pemain yang sering memperoleh kartu kuning, tapi nyatanya bobotoh membuat Persib Bandung didenda empat kali. Bagaimana Anda melihat ini?

Itu sangat berhubungan dengan kekalahan Persib. Sudah pasti itu.

Jangankan di kandang, saat Persib kalah di luar kandang juga, kan, ada pelemparan ke Graha. Itu karena bobotoh kecewa kepada tim Persib. Bobotoh mengharapkan perstasi yang bagus, tapi hasilnya seperti ini.

Bobotoh juga diisukan menjadi bagian pembatalan final kedua Piala Indonesia 2018 antara PSM Makassar dan Persija. Bisa menjelaskan yang sebenarnya terjadi?

Bobotoh di Makassar sangat mencintai Makassar karena Makassar adalah rumah kedua untuk bobotoh yang ada di Makassar.

Bobotoh tidak akan berbuat hal yang melanggar norma kehidupan di rumah keduanya. Kami Viking Persib Club sama sekali tidak terlibat dalam kejadian yang terjadi di Makassar.

Buntut dari teror yang diterima Persib di Malang dikhawatirkan akan ada aksi balas dendam dari bobotoh ketika Arema bermain di Bandung. Apakah sudah diantisipasi?

Sudah. Kami imbau jangan ada balas dendam, lah. Buat apa, lah, tidak pantas. Bandung itu orang-orangnya someah, tidak berpikir ke mana-mana.

Lagi pula, buat apa mencari keributan di luar lapangan. Teror itu bisa dilakukan dalam pertandingan. Kalau di luar, itu masuknya kriminal. Seharusnya ditangkap polisi orang-orang seperti itu. Teror dari kami di stadion saat pertandingan.

Apa komentar Anda tentang langkah Persib hingga pertandingan ke-12? Dari tiga unsur: pemain, pelatih, dan manajemen, siapa yang harus bertanggung jawab atas hasil yang belum memuaskan ini?

Berbenah saja semuanya. Saya melihat tidak ada perkembangan signifikan. Saya tidak tahu apakah karena mental atau kerja sama tim yang kurang.

Banyak yang harus dilakukan oleh tim Persib. Saya melihat, tim sekarang ini, kan, pilihan dari pelatih Miljan Radovic.

Cantiknya Rania Salsabila, Putri Pelatih Persela Nil Maizar, Nonton Laga Lawan Persib Enggak Ya?

Seharusnya ada jangka waktu untuk Robert Rene Alberts atau minimal dia bisa menambah pemain yang dia inginkan.

Tapi, kalau Robert benar-benar pelatih jago, harusnya dia bisa meracik tim. Kalau mau, di putaran kedua, manajemen berikan kebebasan kepada Robert untuk melakukan perombakan.

Harapan Anda di putaran kedua? Yakin masih bisa juara?

Kalau melihat tim sekarang, memang pesimistis, susah. Harus ada perombakan pemain. Pemain asing dan beberapa orang harus diganti.

Pengambilan pemain harus diserahkan kepada pelatih semuanya. Tapi, kalau sudah rombak pemain tidak ada perubahan, berarti kesalahan ada di pelatih.

Iya, kan? Dari manjemen sudah memberikan kebebasan memilih pemain, setelah itu timnya masih seperti ini, berarti kesalahan ada di pelatih. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved