Mendagri Usulkan Pencoblosan Pemilu Dilakukan dengan E-Voting

Usulan itu mencermati dinamika Pemilu 2019. Mendagri Tjahjo Kumolo menerangkan, pihaknya sudah melobi parlemen untuk revisi

Mendagri Usulkan Pencoblosan Pemilu Dilakukan dengan E-Voting
Tribunjabar/Mega Nugraha
Mendagri Tjahjo Kumolo di IPDN, Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG -‎ Kementerian Dalam Negeri mengusulkan sejumlah hal baru terkait pelaksanaan Pemilu.

Usulan itu mencermati dinamika Pemilu 2019. Mendagri Tjahjo Kumolo menerangkan, pihaknya sudah melobi parlemen untuk revisi sejumlah hal.

"Pertama, masa kampanye pemilu Pileg dan Pilpres 2019 dipersingkat dua bulan. Kedua, penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 dipisah, mungkin bisa terpaut dua minggu atau satu bulan," ujar Mendagri di kampus IPDN, usai mewisuda 900-an praja, Senin (5/8/2019).

Kemudian, usulan ketiga yakni penyelenggaraan pilkada serentak 2020. Serta pada 2024 pileg dan pilpres.

"Untuk Pilpres 2024 kemudian bisa digabung dengan pemilihan anggota DPD RI atau DPD RI digabung dengan pileg," ujar Tjahjo.

Usulan baru lainnya yang tak kalah penting yakni penyelenggaraan pemilu dengan sistem electronic voting atau e-voting.

Kisah Najmah Nur Islami, Dokter yang Sukses Jalani Usaha Kedai Kopi

"Kami akan minta kepada KPU untuk mempertimbangkan agar bisa mengandalkan e voting. Lalu rekrutmen petugas KPPS lebih memperhatikan faktor kesehatan, ada asuransinya. Anak muda, mahasiswa, elemen demokrasi dan pers dilibatkan," ujar Mendagri.

Terkait e-voting, Mendagri menerangkan itu perlu ditegaskan dalam undang-undang. Kata dia, tidak menutup kemungkinan Undang-undang Pemilu direvisi untuk mendukung e-voting.

"Indonesia bisa kok. Dengan jumlah penduduk miliaran, India bisa kok. Hampir semua negara bisa. Pilkades di Indonesia juga ada yang sudah pakai e voting, lebih praktis dan murah," ujar Tjahjo

Dokter Hewan di Indramayu Diseruduk Sapi Saat Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved