Mati Listrik di Jabar dan Jakarta
Listrik Masih Byar Pet, PLN Diminta Waspadai Serangan Siber Terorisme Seperti di Argentina
Kewaspadaan terhadap serangan Siber Terorisme pada perangkat perangkat gardu utama baik Sutet maupun GITET PLN harus segera dilakukan.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Aliran listrik di sebagian besar wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat padam sejak Minggu (5/8/2019) siang pukul 11:40 WIB.
Padamnya aliran listrik ini bahkan berlanjut hingga siang ini untuk beberapa wilayah.
Black out di tiga provinsi ini membuat Presiden Joko Widodo mendatangi kantor pusat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), tadi pagi.
Jokowi datang ke kantor PLN untuk menegur dan menanyakan peristiwa mati listrik atau mati lampu yang melanda Jakarta, Bandung, dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa, Minggu (4/8/2019).
Di kantor PLN, Jokowi diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.
Kepada Sripeni, Jokowi mengatakan, pemadaman seperti yang terjadi pada kemarin Minggu mestinya bisa hadapi dengan tata kelola risiko yang baik.
Ia mengatakan, seharusnya ada rencana cadangan untuk mengatasi kejadian pemadaman listrik dari pukul 12.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Padamnya aliran listrik di bagian barat Pulau Jawa ini menjadi peristiwa penting nasional.
PLN dinilai harus menyikapi secara serius kejadian black out 4 Agustus 2019 tersebut.
Apalagi banyak kerugian yang terjadi. Misalnya, MRT yang lumpuh, KRL tidak beroperasi, trafic light padam total dan gangguan berbagai fasilitas umum di ibukota negara.
"Investigasi mendalam harus segera dilakukan oleh PLN, termasuk mewaspadai kemungkinan adanya serangan Siber Terorisme di infrastruktur listriknya, " ujar analis keamanan dan intelijen Ridlwan Habib kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Minggu (4/8/2019).
Menurut Ridlwan, prioritas pertama PLN harus bisa menemukan sumber masalah.
"Peristiwa ini diliput oleh berbagai media internasional, menunjukkan bahwa ibukota negara bisa lumpuh tanpa listrik. Ini berbahaya bagi sistem keamanan nasional, " tegas Ridlwan.
Kewaspadaan terhadap serangan Siber Terorisme pada perangkat perangkat gardu utama baik Sutet maupun GITET PLN harus segera dilakukan.
"Kejadian yang hampir mirip pernah ada di Argentina bulan Juni lalu. Pemerintah Argentina juga menduga adanya serangan Siber di instalasi listrik Argentina, " katanya.
Serangan siber terorisme bisa mengacaukan sistem kendali frekuensi dan pasokan listrik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mati-listrik-jakarta.jpg)