Pascagempa Banten, Pasien Lantai 7 RSUD Sumedang Dipindah ke Lantai Dasar, Ini Alasannya
Ditemui di gedung RSUD Sumedang, Sabtu (3/8/2019), Humas RSUD, Iman Budiman, mengkonfirmasi adanya pengalihan ruang rawat pasien.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Pasca- gempa Banten bermagnitudo 6,9 yang terasa hingga Kabupaten Sumedang, sempat beredar informasi ada pengalihan pasien yang dirawat di gedung baru RSUD Kabupaten Sumedang.
Ditemui di gedung RSUD Sumedang, Sabtu (3/8/2019), Humas RSUD, Iman Budiman, mengkonfirmasi adanya pengalihan ruang rawat pasien.
"Ada pengalihan pasien dari lantai 7 ke lantai dasar," ujar Iman Budiman.
Pengalihan ini, lanjut Iman Budiman, bukan dikarenakan ada kerusakan pada bangunan atau ruang rawat pasien.
Pemindahan, ucapnya, karena alasan sisi psikologi pasien yang merasa tidak aman dan khawatir ada gempa susulan.
"Jadi alasannya dari sisi psikologi pasien saja," ujarnya.
• Gempa Banten Disebut Tak Punya Korelasi dengan Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu
• Kabar Hoaks Gedung RSUD Sumedang Retak-retak Pasca-Gempa Banten Sempat Heboh, Ini Fakta Sebenarnya
Sebelumnya diberitakan, beberapa titik di gedung RSUD Kabupaten Sumedang mengalami retak-retak akibat gempa Banten.
Bagian gedung yang retak-retak sendiri di antaranya adalah sejumlah dinding luar bangunan RSUD Sumedang.
Tak hanya di dinding luar, retakan dampak gempa Banten pun terlihat di dalam gedung, tepatnya di Ruang Tanjung Perawatan Anak yang berada di lantai 5.
Retakan di ruang perawatan anak tersebut terlihat di dinding dalam serta di sudut ruang perawatan.
Seorang penunggu pasien, Titin Martini (55), mengaku ruangan tempat cucunya dirawat nampak mulus sebelum gempa.
• Dampak Gempa Banten, Dinding Rumah Warga di Tasik Ambruk, Pemilik Rumah Selamat
• Tunda ke Pontianak, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo Cek Dampak Gempa di Lebak Banten
Hal tersebut disampaikan Titin Martini ketika ditemui di gedung RSUD Sumedang, Sabtu (3/8/2019).
"Pas saya dan yang lain lari ke bawah, (tembok) belum retak-retak," ujar Titin Martini.
Dinding ruangan di Gedung RSUD Sumedang retak-retak, Sabtu (3/8/2019). (Tribun Jabar/Seli Andina Miranti)
Titin bercerita, gempa terasa saat dirinya sedang menjaga sang cucu, ruang rawat terasa bergoyang.
"Pas ke bawah mau ngambil kerudung, goyang, pas lihat infusan goyang-goyang. Saya kan takut, terus lari saja," ujar Titin Martini.
Titin mengatakan, yang mengalami retak berada di bagian belakang dan tembok dekat televisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dinding-rsud-sumedang-retak-_-ok.jpg)