Kamis, 28 Mei 2026

Kasus Bayi Meninggal Sumedang

Curhat Pelayanan RS Usai Bayinya Meninggal, Ayah di Sumedang Malah Kena Rujak Netizen hingga Nyesek

Ujang Mulyana, ayah bayi yang meninggal dalam kandungan di Sumedang, dihujat netizen di Facebook usai curhat soal pelayanan RS Pakuwon.

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
DOK WARGA/Ujang Mulyana
MENINGGAL - Ujang Mulyana (40) saat menggendong jenazah buah hatinya untuk dimakamkan, Jumat (22/5/2026).Ujang Mulyana, ayah bayi yang meninggal dalam kandungan di Sumedang, dihujat netizen di Facebook usai curhat soal pelayanan RS Pakuwon. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ujang Mulyana (40) ayah bayi perempuan yang meninggal di dalam kandungan istrinya, Rosita (39) masih belum sepenuhnya menerima nasib nahas ini. 

Dia mengunggah keluh kesahnya atas pelayanan Rumah Sakit Pakuwon yang menurutnya buruk di media sosial. Bukannya mendapat simpati karena banyinya meninggal dunia, Ujang malah kena rujak netizen. 

Dia mengaku mendapat banyak komentar negatif di FB, di antaranya komentar yang menyudutkannya mengandalkan hidup dari bantuan pemerintah termasuk urusan persalinan. 

Padahal, Ujang tidak pernah sedikitpun lengah untuk mempersiapkan persalinan anak pertamanya itu.

Bahkan dia sudah memikirkan untuk biaya akikah jika anaknya lahir selamat. 

"Ya ada BPJS yang dibayar pemerintah. Komen orang katanya suaminya (mokondo), padahal saya sudah menyiapkan, maka banyak bikin kesal (komentar)," 

"Ya pakai biaya, meski bayi (dikover BPJS) tetap saja pakai biaya. Komentar di FB bikin nyesek, makanya saya hapus postinganya," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Nahas dialami Rosita (39), ibu hamil yang bayinya meninggal di dalam kandungan akibat rujukan caesar dari Puskesmas Darmaraja ke RS Pakuwon Sumedang ditolak rumah sakit. 

Akhirnya, bayi perempuan itu meninggal di dalam kandungan. Bayinya dilahirkan dalam keadaan normal, namun sebelum lahir, bidan di Puskesmas menyebutkan Detak Jantung Janin (DJJ) sudah tidak terdeteksi. 

"Bidan sudah mengatakan, Pak kalau-kalau ini bayi lahir tak bernyawa, soalnya detaknya sudah tidak terdeteksi," kata Ujang Mulyana (40) saat menceritakan pengalamannya mendampingi Rosita sang istri dalam detik-detik persalinan.

Kepada TribunJabar.id, Rabu (27/5/2026), warga Dusun Kaum RT02/05,  Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang itu menjelaskan bayinya sungsang menurut diagnosa Puskesmas. 

Karena itu, Rosita dirujuk ke RS Pakuwon.

Dalam kondisi badannya yang lemah, Rosita pergi diantar mobil ke Puskesmas itu, kejadian ini pada Rabu (13/5/2026). 

Di RS Pakuwon, Rosita malah ditolak untuk melakukan caesar, padahal rujukannya jelas.

Menurut Ujang, ketika itu, dokter yang menangani sedang ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, dan dokter pengganti tidak kompeten untuk mengambil keputusan persalinan caesar.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved