Peternak Lokal Baru Penuhi 30 Persen, Hewan Kurban di Indramayu Kebanyakan Berasal dari Luar
Pasokan hewan dari para peternak di Kabupaten Indramayu masih sangat minim, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pasokan hewan dari para peternak di Kabupaten Indramayu masih sangat minim, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Hari Raya Iduladha saja masih harus mengandalkan suplai hewan dari luar daerah.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, Joko Pramono mengatakan, kebutuhan kewan kurban di Kabupaten Indramayu, yakni untuk hewan jenis sapi sebanyak 600 ekor, domba sebanyak 4.000 ekor, dan kambing sebanyak 100 ekor.
"Data ini dari Kemenag Indramayu pada Iduladha tahun kemarin," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (2/8/2019).
Adapun untuk suplai hewan dari peternak di Kabupaten Indramayu, baru tercover sekitar 30 persennya saja, 70 persennya lagi merupakan hewan-hewan yang didatangkan dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara itu, Joko Pramono sangat menyayangkan kondisi tersebut, menurutnya dengan julukan Kabupaten Indramayu sebagai lumbung padi nasional seharusnya dapat dijadikan sebagai batu loncatan oleh para peternak di Kabupaten Indramayu.
Mereka (para peternak) tidak akan kesulitan dalam memperoleh pakan untuk hewan-hewan ternaknya, mengingat jerami hasil panen petani-petani di Kabupaten Indramayu sangat melimpah ruah.
• Banyak Driver dari Luar Kota, Driver Grab Majalengka Keluhkan Orderan di Bandara Kertajati
"Tapi sayangnya masyarakat kita yang berkeinginan untuk beternak masih sedikit, di Indramayu itu hanya di sebelah selatan di Kecamatan Gantar yang masyatakatnya menjadi peternak," ujar dia.
Joko Pramono menceritakan, jerami-jerami di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur bahkan dijadikan barang berharga untuk diperjual belikan.
Sedangkan, fenomena di Kabupaten Indramayu sendiri, jerami-jerami lebih banyak dibakar karena dianggap sebagai limbah.
"Disana itu jerami-jerami ditaruh di pinggir jalan, mereka menjual dengan harga sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu untuk satu ikatnya," ucap Joko Pramono.
• Heboh Rumah Menteri Susi Pudjiastuti di Pangandaran Dilempari Batu, Disebut Bukan Kejadian Pertama