Disnak Indramayu Minta Pembeli Hewan Kurban untuk Tidak Beli Hewan yang Sakit

Menjelang Hari Raya Iduladha, banyak pembeli yang berburu hewan kurban, tidak terkecuali di Kabupaten Indramayu.

Disnak Indramayu Minta Pembeli Hewan Kurban untuk Tidak Beli Hewan yang Sakit
tribunjabar/Handhika Rahman
Sapi-sapi di salah satu lapak penjualan hewan kurban di Jalan Cimanuk Barat, Dayung Indramayu, Jumat (2/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Menjelang Hari Raya Iduladha, banyak pembeli yang berburu hewan kurban, tidak terkecuali di Kabupaten Indramayu.

Kasi Kesehatan Masyarakat Feteliner (Kesmafet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, Budi Rahardian Rahmat mengatakan, para pembeli diminta untuk selektif dalam memilih hewan kurban.

Pasalnya ada beberapa penyakit yang biasa menyerang hewan-hewan kurban ini, bahkan di antaranya ada yang bisa menular ke sesama hewan lainnya.

"Kami menyarankan kepada para pedagang bilamana ada hewan dagangannya yang sakit untuk dipisahkan dan tidak dijual," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Jumat (1/8/2019).

Adapun penyakit-penyakit yang biasa menyerang hewan kurban di antaranya, scabies atau koreng, orf penyakit yang ditandai dengan terbentuknya lesi basah, bernanah, dan berkeropeng pada moncong dan bibir hewan.

Selain itu ada juga penyakit pink eye atau mata merah dan juga penyakit buduk karena tidak terawatnya kondisi kandang.

"Itu penyakit-penyakit yang biasa ditemui pada hewan-hewan yang dijual di lapak-lapak," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mewaspadai adanya pedagang yang menjual hewan kurban dalam keadaan sanglir atau buah zakarnya turun satu.

Hal tersebut dijelaskan Budi Rahardian Rahmat, kurang bagus untuk dijadikan hewan kurban karena memiliki cacat dan sangat tidak disarankan.

Dirinya menceritakan, hewan dalam keadaan sanglir biasa dibeli dari para peternak dengan harga murah.

Namun, karena ketidaktahuan pembeli, banyak oknum pedagang nakal justru dijual dengan harga tinggi.

"Dari segi agama juga ini tidak dibolehkan," ucapnya.

Peternak Lokal Baru Penuhi 30 Persen, Hewan Kurban di Indramayu Kebanyakan Berasal dari Luar

Tips Mudah Memilih Hewan Kurban, Gampang Banget Nge-Checknya

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved