Apartemen Peninggalan Gubernur Aher Ini Dinikmati Ratusan Buruh, Bersih dan Rapi, Sewanya Murah
Apartemen itu diresmikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) pada 2015. Apartemen dikhususkan untuk para buruh
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dua bocah bermain perosotan di bawah pohon berdahan lebar. Bocah lainya berlarian di sekitar taman di Apartemen Transit Rancaekek, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Apartemen itu diresmikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) pada 2015. Apartemen dikhususkan untuk para buruh di kawasan industri di timur Kabupaten Bandung.
Huniannya dengan sistem sewa per bulan, paling tinggi Rp 300 ribu untuk satu apartemen dengan dua kamar, ruang tamu, dapur dan toilet.
Bocah yang bermain itu merupakan anak-anak dari para pekerja yang tinggal di apartemen yang terdiri dari enam tower. Setiap tower dijaga petugas keamanan. Meski sudah lama berdiri, kebersihan apartemen masih terjaga.
Lapangan basket, taman bermain anak, lapangan futsal hingga lapangan voli tersedia di area luar apartemen.
Seorang penghuni, Asri (36) tampak sedang menyuapi balitanya di sekitar taman.
"Saya sudah disini sejak 2017. Suami kerja di pabrik di sekitaran sini. Kalau saya isi apartemen dua kamar, harga sewa per bulannya Rp 245 ribu," ujar Asri.
Dua tahun tinggal di apartemen memang tidak seperti halnya tinggal di pemukiman biasa yang meniscayakan interaksi sosial yang dekat karena keberagaman profesi.
Tinggal di apartemen dengan latar belakang pekerjaan yang sama, membuat interaksi antar sesama penghuni apartemen tidak sebagaimana lazimnya.
• Rumah Dinas Sekda Jabar Digeledah Selama Dua Jam, Petugas KPK Pulang Boyong Dua Koper
"Kalau siang sepi karena pada kerja. Sore sampai malam ramai sekali. Sejauh ini betah," ujar dia.
Sebelum tinggal di apartemen, ia dan suaminya menyewa rumah kontrakan petak di Kecamatan Cileunyi. Harganya Rp 600 ribu per bulan.
"Sejak pindah ke sini terbantu karena biaya sewanya murah," ujar Asri yang berasal dari Kabupaten Sumedang itu.
Hal senada dikatakan Dea (16), anak dari pekerja yang menghuni apartemen. Bapaknya bekerja di pabrik tekstil di Rancaekek. Ibunya berjualan nasi di dekat apartemen.
"Sudah setahun tinggal di sini. Betah, karena tempatnya nyaman dan bersih. Ada tamannya juga, kalau di tempat ngontrak dulu sih enakan di sini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/apartemen-untuk-buruh-peninggalan-gubernur-ahmad-heryawan-di-rancaekek.jpg)