Harga Ayam Broiler di Ciamis Sempat Naik, Tapi Kini Turun Hingga Rp 16.700 per Kilogram
Harga ayam ras pedaging jenis broiler di tingkat peternak di sentra perunggasan rakyat Ciamis yang pertengahan bulan Juli lalu sempat menembus angka R
Penulis: Andri M Dani | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Harga ayam ras pedaging jenis broiler di tingkat peternak di sentra perunggasan rakyat Ciamis yang pertengahan bulan Juli lalu sempat menembus angka Rp 22.000/kg, namun dalam seminggu kembali anjlok.
Bahkan selama tiga hari terakhir, harga ayam broiler ukuran besar (di atas 2 kg/ekor) hanya sekitar Rp 16.700 sampai Rp 16.800/kg.
Harga tersebut jauh di bawah biaya pokok produksi (BPP) yang masih bertahan di kisaran Rp 17.500 sampai Rp 18.000/kg.
“Dengan penurunan harga sampai di bawah BPP tersebut artinya peternak di Ciamis kembali merugi,” ujar Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis, Otong Bustomi, kepada Tribun Jabar, Senin (29/7/2019).
• Tak Mau Menjual Ayam Adu Kesayangan, Ajat Sudrajat Dibacok Keponakannya
Setelah sempat anjlok sampai ke angka Rp 8.000/kg pasca lebaran lalu, harga ayam broiler di tingkat peternak sempat membaik.
Bahkan pada pertengahan bulan Juli ini, sempat menembus angka Rp 22.000/kg.
Namun kondisi itu bertahan hanya beberapa hari.
“Lantas kemudian berangsur-angsur turun terutama dalam seminggu terakhir. Selama tiga hari terakhir harga ayam broiler ukuran besar (di atas 2 kg/ekor) di kandang peternak sudah di kisaran Rp 16.700 sampai Rp 16.800/kg. Harga ayam broiler terus merosot,” katanya.
Turunnya harga ayam broiler ini diperkirakan sebagai gelagat tren pasar menjelang hari raya Iduladha.
Misalnya akibat penurunan permintaan atau mulai adanya kembali gejala kelebihan pasokan.
“Itu baru dugaan. Tapi diperkirakan merosotnya harga ayam broiler ini akan terjadi sampai pasca Iduladha,” ujar Otong yang juga pegiat informasi pasar hasil peternakan ini.
• Jarak Peternakan Ayam Masih Abaikan Aturan, 10 Perusahaan Peternakan di Cianjur Ditindak
Namun Otong belum yakin kalau anjloknya harga ayam broiler yang terjadi saat ini akibat keputusan WTO yang memenangkan tuntutan Brazil.
“Tapi suatu saat keputusan WTO yang memenangkan gugatan Brazil tersebut jelas akan berdampak bagi peternak ayam di Ciamis. Dengan bebasnya ayam impor masuk ke pasar mau tidak mau peternak di Ciamis juga harus siap bersaing,” katanya.
Dengan adanya keputusan WTO tersebut, produksi ayam pedaging dari Ciamis tidak hanya bersaing dengan ayam dari provinsi tetangga, juga akan bersaing dengan daging ayam impor.