Sapi Pasundan Asli Jawa Barat Populasinya Hampir Punah, Hadir di Expo Peternakan
Populasi sapi jenis Sapi Pasundan (Bos Sundaicus) di Jawa Barat rupanya sekarang ini hampir punah, hanya sekitar 28 ribu saja jumlahnya.
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Populasi sapi jenis Sapi Pasundan (Bos Sundaicus) di Jawa Barat yang sekarang ini hampir punah, turut dipamerkan di acara Expo Peternakan dan Kontes Ternak Jawa Barat 2019 digelar di Gor Singalodra Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Rabu (24/7/2019).
Hingga sekarang ini tercatat hanya sekitar 28 ribu jumlahnya.
Padahal Sapi Pasundan ini merupakan sumberdaya genetik ternak lokal asli Jawa Barat.
Seorang Dosen Universitas Padjajaran Bandung, Dr. Johar Arifin mengatakan, populasi Sapi Pasundan di Jawa Barat bahkan hanya tersebar di 11 Kabupaten saja dengan tingkat kemurnian sedang.
Kesebelas kabupaten itu, yakni Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Cianjur, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Indramayu, dan Kabupaten Purwakarta.
"Saat ini kami juga terus berusaha membuat bibit sapi pasundan yang murni untuk dilestarikan," ujar Dr. Johar Arifin saat ditemui Tribuncirebon.com dalam Expo Peternakan dan Kontes Ternak Jawa Barat 2019 digelar di Gor Singalodra Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Rabu (24/7/2019).
• Uu: Peternak di Jabar Hanya Bisa Penuhi Hewan Kurban Sebesar 30 Persen, Sisanya Disuplai dari Luar
Pemurnian itu dijelaskan Dr. Johar Arifin, menggunakan teknologi animal breeding atau teknologi pemurnian ternak melalui sistem perkawinan.
Kedua indukan sapi akan diseleksi kemudian dicari sapi mana yang memiliki frekuensi genetik homozigot paling tinggi.
"Contohnya manusia keturunan sunda nikah dengan keturunan arab, maka darah sundanya itu akan menurun. Kemudian kita nikahkan lagi dengan keturunan sunda maka darah arabnya itu akan hilang," ujar dia.
• Wagub Jabar Minta Dinas Terkait di Daerah Hadirkan Program Unggulan Untuk para Peternak
Adapun untuk ciri dari Sapi Pasundan, di antaranya memiliki garis belut atau garis punggung, ujung ekor hitam dengan gradiasi warna putih pada bagian pelvis dan kaki, dan bagian mata serta hidung bewarna hitam.
Selain itu dirinya menjelaskan, Sapi Pasundan memiliki banyak sekali keunggulan, yakni tahan terhadap cekaman lingkungan ekstrim, tahan terhadap penyakit tropis (parasit luar dan dalam), efisiensi dalam pemeliharaan, kemampuan reproduksi yang tinggi, persentase karkas lebih tinggi ketimbang jenis sapi lainnya yaitu 53 persen, kualitas daging yang baik.
"Berat dari Sapi Pasundan juga luar biasa, bisa mencapai 700 kilogram," ujar dia.