Reaktivasi Jalur Kereta Api Ciranjang-Cianjur Lebih Cepat, dari 4 Jalur Lainnya

Reaktivasi jalur kereta api Padalarang-Ciranjang diperkirakan akan mendahului reaktivasi empat jalur kereta api lainnya di Jawa Barat.

Reaktivasi Jalur Kereta Api Ciranjang-Cianjur Lebih Cepat, dari 4 Jalur Lainnya
Tribun Jabar
Ilustrasi Reaktivasi Jalur Kereta Bukan Sekadar Wacana 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Reaktivasi jalur kereta api Padalarang- Ciranjang yang menghubungkan Bandung dengan Cianjur diperkirakan akan mendahului reaktivasi empat jalur kereta api lainnya di Jawa Barat.

Di Jawa Barat, selain rute Ciranjang- Cianjur, sudah digaungkan untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api rute Cibatu-Garut-Cikajang, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran-Cijulang, dan Bandung-Ciwidey.

Dengan diaktifkannya jalur Ciranjang-Cianjur yang sempat nonaktif akibat bencana tersebut, warga Bandung bisa kembali ke Cianjur atau Sukabumi menggunakan kereta api.

Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung, Saridal, mengatakan jalur kereta Cianjur-Ciranjang sudah melalui tahapan perbaikan infrastruktur dan sedang dalam tahapan uji coba. Diperkirakan, jalur yang nonaktif sejak beberapa tahun lalu ini dapat kembali aktif sebentar lagi.

"Sukabumi-Cianjur-Ciranjang sudah ada, Ciranjang-Padalarang masuk uji coba. Besok kami uji coba dengan rangkaiannya," kata Saridal saat ditemui di Gedung Sate, Senin (22/7/2019).

DPRD Jabar Dorong Reaktivasi Jalur KA Rancaekek-Tanjungsari Dilanjut Pembangunan hingga Kertajati

Saridal mengatakan padahal sebelumnya, rencana reaktivasi yang paling digaungkan adalah empat jalur kereta yang sudah nonaktif sejak puluhan tahun lalu di Jawa Barat. Contohknya, katanya, jalur kereta Cibatu-Garut sepanjang 19,5 kilometer.

"Cibatu-Garut, penertiban dan pembongkaran sudah 100 persen, akhir 2019 selesai dan sekarang sudah gelar rel. Awal tahun harus sudah operasi," ujarnya.

Jalur Garut ini, katanya, akan dikoneksikan dengan jaringan kereta yang melewati Cibatu, Bandung, Purwakarta, bahkan sampai Jakarta. Dari Cibatu-Garut sendiri minimal akan disediakan satu rangkaian kereta api dan dapat ditambah sesuai permintaan Pemerintah Kabupaten Garut.

"Kalau Pemda Garut minta tambah kereta, kami tambahin. Kenapa ke Garut, karena banyak tempat wisata yang tidak tergarap, tapi kalau ada stasiunnya orang akan tertarik ke sana. Di sisi lain, kemacetan di jalan raya sudah tidak terhindari," katanya.

Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut, Sudah 90 Persen Bangunan Dibongkar, Usai Idulfitri Rampung

Menurut Saridal, jalur Garut-Cikajang akan direaktivasi setelah evaluasi dilakukan terhadap reaktivasi Cibatu-Garut. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat akan kereta api.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari, mengatakan penghidupan kembali jalur kereta api Ciranjang-Padalarang memang diperkirakan akan lebih cepat dari empat reaktivasi empat jalur yang ramai digaungkan.

Hery menjelaskan jalur Cibatu-Garut sepanjang 19,5 kilometer dan dapat dilanjutkan ke Cikajang dengan panjang jalur 28,2 kilometer. Jalur Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 kilometer, Rancaekek-Tanjungsari 11,5 kilometer, dan Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 kilometer. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved