Potensi Gempa dan Tsunami Besar Selatan Jawa Ancam 584 Desa, BMKG Ajak Masyarakat Antisipasi
Heboh Gempa dan Tsunami Selatan Jawa Capai 20 Meter Ancam 584 Desa, BMKG Ajak Masyarakat Terima Kenyataan
"Mestinya, karena kita (Indonesia) tempatnya gempa, gunung api, tsunami, longsor, harusnya kita jadi bangsa 'jagoan' di situ," ujarnya.
BPPT
Meski begitu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebut meski tanpa buoy, BMKG tetap bisa memberi peringatan pada warga.
"Warning tsunami itu dari hasil sensor seismograf, hitung-hitungan pemodelan tsunami," ujarnya.
Sementara itu, Iyan Turyana, pakar teknik kelautan BPPT, mengatakan hingga akhir tahun nanti, BPPT berencana memasang empat buoy dan dua sistem Cable Based Tsunameter atau CBT, yang juga bisa digunakan untuk mendeteksi gempa.
Buoy itu akan dipasang dari sekitar perairan Bengkulu hingga Bali.
Sementera, CBT akan dipasang di Selat Sunda hingga Mentawai.
Ia menyebut idealnya terdapat sekitar 22 buoy di perairan Indonesia.
Meski begitu, Iyan mejelaskan biaya pemasangan dan perawatan satu buoy ckup mahal, mencapai miliaran Rupiah.
• Malam Sebelum Gempa Bali Mengguncang, Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Tanda-tanda Alam?
Secara bertahap, BPPT akan mengembangkan sistem CBT, yang menurut Iyan, memiliki manfaat yang sama dengan buoy.
Iyan menambahkan, dari segi perawatan, kabel lebih efisien dibandingkan buoy yang setiap tahunnya harus diganti baterai. Selain itu kabel juga tidak mudah dirusak orang.
Dalam jangka panjang, ujarnya, BPPT tengah melakukan studi kelayakan untuk memasang CBT ribuat kilometer dari Selatan Jawa sampai Sumatera.
BMKG Tanggapi Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Ancam 584 Desa yang Dihuni 600.000 Jiwa
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Potensi Tsunami Selatan Jawa, BMKG Sebut Indonesia Memang Rawan" dan dari bbc news indonesia berjudul: Tsunami ancam ribuan orang di Pantai Selatan Jawa: BNPB keliling 500 desa siagakan warga