Aset Industri BPR-BPRS Capai Rp 137 Triliun, Hari BPR – BPRS Momen Tingkatkan Pemahaman Masyarakat

Keberadaan BPR dan BPRS, dalam menyediakan produk keuangan yang serupa dengan bank konvensional, ternyata memiliki penetrasi yang lebih baik

Aset Industri BPR-BPRS Capai Rp 137 Triliun, Hari BPR – BPRS Momen Tingkatkan Pemahaman Masyarakat
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Ketua Komisariat Perbarindo Bandung Raya, Mahfud Fauzi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), dalam menyediakan produk keuangan yang serupa dengan bank konvensional, ternyata memiliki penetrasi yang lebih baik dibandingkan dengan perbankan lain khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM).

Seiring dengan persaingan dunia perbankan yang kian ketat, BPR-BPRS sepertinya tidak akan luntur serta masih menjadi salah satu perbankan yang diminati masyarakat.

Karakteristik BPR - BPRS, yang memiliki kemudahan dalam penyaluran kredit dan keunikan dalam menghimpun dana masyarakat dibandingkan dengan bank konvensional lain, menjadi daya tarik tersendiri. Ini membuat keberadaan BPRBPRS masih diminati.

Menurut Ketua Komisariat Perbarindo Bandung Raya, Mahfud Fauzi, industri BPR - BPRS yang terus mengalami pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa jangkauan pelayanan BPR - BPRS semakin luas dan keberadaan BPR - BPRS semakin dibutuhkan oleh masyarakat walaupun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri BPR - BPRS telah dan akan terus mengalami perubahan yang sangat cepat.

"Perubahan itu seperti perkembangan teknologi informasi, pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan mikro baru, perubahan tingkat pendapatan masyarakat, perkembangan perekonomian dan tuntutan pelayanan perbankan yang lebih baik dari masyarakat. Sehingga BPR - BPRS dihadapkan dengan persaingan yang lebih kompetitif khususnya dalam melayani UMKM," kata Mahfud di sela Fun Walk 2019 Perbarindo Bandung Raya di Balai Kota Bandung, Sabtu (13/7/2019).

Wali Kota Bandung Oded M Danial Minta BPR dan BPRS Utamakan Kepentingan Rakyat

Menurut Mahfud, hal tersebut terlihat dari hasil kinerja pada April tahun 2019, dimana Aset Industri BPR tumbuh sebesar 7,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 137 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tumbuhnya penyaluran kredit yang dilakukan oleh industri BPR yang mencapai Rp 103 triliun atau tumbuh sebesar 10,84 persen dibandingkan posisi setahun sebelumnya.

Sebagai lembaga intermediasi, kata Mahfud, BPR juga mampu menghimpun dana masyarakat dengan baik. Hal ini terlihat dari jumlah Dana Masyarakat yang dihimpun dari sisi deposito maupun tabungan masing-masing tumbuh sebesar 7,39 persen dan 8,39 persen menjadi Rp 64 triliun untuk deposito dan Rp 29 triliun untuk tabungan.

"Selain itu, hal yang menggemberikan adalah jumlah nasabah yang dilayani kini mencapai 17,9 juta rekening. Nasabah tersebut didominasi oleh penabung sebanyak 13,5 juta rekening dan rata – rata jumlah tabungannya sebesar Rp 2 juta. Sedangkan nasabah debitur sebanyak 3,8 juta rekening dan rata – rata pinjamannya adalah Rp 27 juta," katanya.

Peringatan HUT Ke-3 BPR dan BPRS Juga Digelar di Majalengka, Masyarakat Antusias Ikuti Jalan Santai

Hal ini, kata dia, mencerminkan industri BPRBPRS memang hadir untuk melayani masyarakat kecil dan pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Hanya saja yang sedikit disayangkan adalah tingkat pengenalan masyarakat terhadap BPR - BPRS masih dirasakan sangat kurang.

Menurut Mahfud, ada kesan di masyarakat bahwa BPR-BPRS adalah tempat untuk meminjam uang. Untuk itu, Mahfud menilai perlu adanya sebuah momentum untuk meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan khususnya industri BPRBPRS.

"Sehingga menjadi sangat penting dan strategis menyelenggarakan kegiatan Hari BPRBPRS Nasional melalui Fun Walk 2019 ini," katanya.

Mahfud menyebutkan sejumlah tujuan hari BPR – BPRS seperti untuk meningkatkan pemahaman (awareness) dan penerimaan masyarakat umum, regulator dan pemerintah terhadap keberadaan BPR - BPRS di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial melepas peserta jalan santai Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dalam rangka peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2019, di Balai Kota Bandung, Sabtu (13/7/2019).
Wali Kota Bandung, Oded M Danial melepas peserta jalan santai Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dalam rangka peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2019, di Balai Kota Bandung, Sabtu (13/7/2019). (Tribun Jabar/Tiah SM)

Kemudian untuk memperkuat branding positif BPR - BPRS di mata masyarakat sehingga mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa dan produk BPRBPRS, meningkatkan literasi masyarakat terhadap pelayanan jasa keuangan khususnya pelayanan dari industri BPRBPRS serta mengevaluasi efektifitas program komunikasi pemasaran BPR - BPRS yang sudah dijalankan oleh BPRBPRS.

"Sedangkan pesan yang disampaikan pada hari BPR-BPRS Nasional adalah bahwa BPRBPRS itu sebagai Bank sahabat anak negeri, sebagai bank milik anak negeri, merupakan 100 persen Indonesia, dan sahabat UMKM di Indonesia. Produk BPRBPRS yaitu tabungan, deposito dan kredit dan menyimpan uang di BPRBPRS aman dan di jamin oleh LPS serta proses kredit di BPRBPRS, mudah, cepat dan Sederhana," katanya. (kemal setia permana)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved