Jumat, 8 Mei 2026

Harga Garam Lokal di Cirebon Anjlok, Diduga Garam Impor Bocor

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon menduga adanya kebocoran garam impor

Tayang:
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/ Siti Masithoh
Petambak sedang memanen garam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon menduga adanya kebocoran garam impor, sehingga garam lokal di Kabupaten Cirebon tidak terserap dan membuat harganya anjlok.

Seperti diketahui, harga garam lokal terus mengalami penurunan. Semula harganya Rp 1.000, Rp 800, Rp 600, Rp 500 perkilogramnya dan sekarang turun menjadi Rp 300 saja.

Hal itu sangat jauh berbeda dengan harga garam tahun lalu yang mencapai Rp 2.000- Rp 2.500 perkilogramnya.

Selain harganya anjlok, garam lokal pun banyak tidak terserap. Bahkan, ada ribuan ton garam hasil produksi tahun lalu yang masih menumpuk di gudang-gudang milik petambak maupun tengkulak garam.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Deni Agustin, mengatakan, tidak terserapnya garam lokal di daerah ini disebabkan beberapa faktor.

Pertama karena persediaan garam hasil produksi tahun lalu masih banyak, kedua karena panen garam musim panas tahun ini sudah mulai.

"Juga di sisi lain kita memang ada impor garam. Yang sebetulnya impor garam itu untuk industri, tapi memang dikhawtirkan ada bocoran rembesan bukan hanya untuk industri tetapi juga untuk konsumsi," kata Deni saat ditemui di Kedawung, Cirebon, Kamis (11/7/2019).

Catat Nih, Jadwal dan Acara Perayaan HUT Purwakarta, Pesta Rakyat Sebulan Penuh

Dia menjelaskan, hal itu menyebabkan garam lokal tidak diserap oleh perusahaan atau industri yang bisa menggunakan garam lokal, tetapi memilih garam impor.

"Sehingga industri-industri garam konsumsi ini juga tidak menyerap garam-garam lokal yang ada. Mungkin kendalanya karena kualitas garam impor lebih baik," ungkapnya.

Menurut dia, dengan masuknya garam impor tersebut diperuntukan bagi industri seperti tekstil dan lainnya, tidak bagi perusahaan-perusahaan yang bisa menggunakan garam konsumsi.

Bahkan, kata dia, dugaan kebocoran garam impor ini pun tengah disikapi oleh pemerintah pusat.

"Dan ini sedang dilakukan kajian oleh pemerintah pusat agar jangan sampai ada kebocoran atau rembesan garam impor yang merusak atau tidak terserapnya garam lokal," ujarnya.

Ridho Rhoma Akan Masuk Penjara Lagi, Begini Reaksi Tak Terduga Rhoma Irama

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved