Jalan di Desa Linggar Rancaekek Dipenuhi Jajaran Sampah, Warga Resah Penyebaran Penyakit

Warga Kampung Cipasir, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengaku resah terkait keberadaan tempat penampungan sampah (TPS) liar ya

Jalan di Desa Linggar Rancaekek Dipenuhi Jajaran Sampah, Warga Resah Penyebaran Penyakit
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Pemandangan tidak elok terlihat di Ruas Gang Pancasila, Kampung Cipasir, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, karena dijadikan tempat penampungan sampah (TPS) liar oleh warga sekitar. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Cipasir, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengaku resah terkait keberadaan tempat penampungan sampah (TPS) liar yang berada di sepanjang Gang Pancasila.

Sampah yang sebagian besar merupakan sampah rumah tangga itu, dibungkus menggunakan karung plastik dan dijajarkan di bahu jalan selebar tiga meter tersebut.

Sepanjang 100 meter, terlihat deretan sampah yang dibungkus menggunakan karung plastik menimbulkan bau tidak sedap, sehingga pengendara atau pelintas terpaksa menutup hidung saat melintasi Gang Pancasila.

Entis Sutisna (46), Warga Kampung Cipasir, mengatakan bahwa ia khawatir penyebaran penyakit, lantaran jajaran sampah hanya berjarak 50 meter dari rumah miliknya.

Kronologi Pria di Bandung Tewas dalam Posisi Duduk di Motor, Ternyata Ini Penyebabnya Meninggal

"Lalat-lalat hijau suka banyak ke rumah, sebelum ada TPS tidak pernah ada sama sekali, takutnya mengganggu kesehatan," kata Entis kepada Tribun Jabar di Kampung Cipasir, Rabu (9/7/2019).

TPS liar tersebut, diakui warga sudah ada sejak tiga bulan terakhir, lantaran TPS liar yang berada di timur Kampung Cipasir tidak bisa digunakan.

Warga mengaku bahwa TPS liar di Kampung Cipasir tidak bisa digunakan karena digunakan untuk pembangunan proyek normalisasi Sungai Cikijing.

Entis mengatakan, selain resah terhadap wabah penyakit, deretan sampah tersebut menganggu pemandangan, karena berbeda di antara hamparan sawah dan pemandangan Gunung Geulis.

"Takutnya semakin banyak, terus gang malah jadi tempat sampah," katanya.

Seorang pengendara, Aisyah (36), mengatakan jajaran sampah itu selain mengganggu pandangan saat melintas, juga menimbulkan bau tidak sedap

Seharusnya, kata Aisyah, warga sekitar atau pemerintah setempat, membuat larangan membuang sampah di jalan, sehingga jalan dipergunakan sesuai dengan fungsi serta tujuan.

"Itu kan jalan, seharusnya tidak dijadikan tempat sampah, menggangu kenyamanan," katanya.

Jalan di Desa Linggar Rancaekek Dijadikan TPS, Pengendara Melintas Sambil Tutup Hidung Karena Bau

Gara-gara Jalan Desa Rusak, Mantan Kades Sandera Sopir dan Kernet Truk, Tagih Tebusan Rp 10 Juta

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved