Jemaah Haji Asal Bogor, Cianjur, Bandung, dan Bekasi, Berangkat ke Tanah Suci 7 Juli 2019
Kloter pertama jamaah haji asal Jawa Barat akan diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta setelah melalui proses pemondokan di Asrama Embarkasi Haji
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Theofilus Richard
Jamaah haji merayakan Iduladha di Tanah Suci pada keesokan harinya dan diikuti Tiga Hari Tasyrik. Kepulangan kloter pertama akan dimulai 17 Agustus 2019.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan haji adalah ibadah paling berat, baik secara fisik ataupun mental.
Gubernur yang akrab disapa Emil ini pun memerintahkan para petugas haji untuk ekstra aktif memastikan aktivitas dan kesehatan jamaah berjalan baik.
"Pastikan tiap hari cek kesehatan, jangan sampai dehidrasi karena sekarang jatuhnya di musim panas. Suhu di Tanah Suci sangat tinggi. Jangan sampai pas puncak haji, yaitu wukuf di Arafah, terkendala," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jumat (5/7).
Ridwan Kamil mengatakan, untuk mengantisipasi calon haji Jabar yang masuk dalam kategori berisiko kesehatan tinggi, yang sampai 67 persen, pihaknya sudah mengantisipasinya melalui tim kesehatan yang juga ikut ke Tanah Suci.
"Kami antisipasi di tim pendamping haji, ada tim kesehatan yang sudah ditugaskan untuk lebih proaktif dengan data yang lebih 60-an persen yang rawan, artinya komunikasi, via hp, intensitas ketua kolompok jamaah, harus lebih aktif," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Kementerian Agama RI Kantor Wilayah Jawa Barat, Buchori, mengatakan jumlah anggota jamaah haji Jawa Barat tahun ini terdiri atas 38.913 orang yang terbagi dalam 97 kelompok terbang atau kloter.
Selain itu ada 285 Tim Pemandu Haji Daerah, dan 485 petugas kloter dari kesehatan. Dengan demikian, secara keseluruhan jamaah yang berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji sekitar 39.683 orang.
• Kloter Pertama Calon Jemaah Haji Kota Bandung Berangkat Besok ke Embarkasi, Ini yang Harus Disiapkan
• Tahun Ini, Calon Jemaah Haji dari Bandung yang Diberangkatkan ke Tanah Suci Mencapai 2.478 Orang
• 67 Persen Calon Haji asal Jabar Kesehatan Risiko Tinggi, Lanjut Usia hingga Keterbatasan Motorik