67 Persen Calon Haji asal Jabar Kesehatan Risiko Tinggi, Lanjut Usia hingga Keterbatasan Motorik
Sebanyak 67 persen calon haji asal Jawa Barat masuk dalam kategori kesehatan risiko tinggi
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 67 persen calon haji asal Jawa Barat masuk dalam kategori kesehatan risiko tinggi . Sebagian besar adalah calon haji lanjut usia, yang menderita penyakit tidak menular, sampai yang memiliki keterbatasan motorik.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan untuk pengawasan kesehatannya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang memberlakukan pemasangan gelang tanda kesehatan untuk para calon haji, tahun ini gelang tersebut tidak diberlakukan lagi, hanya mengandalkan pemantauan identitas.
"Mereka memang berisiko, tapi saat tes kebugaran dan manasik haji, sudah terdata dan dimasukkan ke buku kesehatan. Mudah-mudahan jamaah bisa bekerja sama menjaga kesehatan dari mulai pemberangkatan di embarkasi sampai pulangnya," kata Berli seusai mengisi acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (4/7/2019).
Khusus untuk penyelenggaraan haji tahun ini, ujarnya, pemerintah pusat sudah menyiapkan sekitar 70 ton obat untuk jamaah haji Indonesia. Hal tersebut mengacu pada data penyelenggaraan haji yang mencatatkan bahwa jamaah haji Indonesia banyak yang mengalami sakit sampai memerlukan obat sekian banyak.
• Orangtua Demo PPDB, Pemkot Bandung Segera Dirikan 7 SMP Baru, Guru Juara Dipindah ke Pinggiran
"Dari Pemprov Jabar juga kami siapkan. Karena ada tim kesehatan haji daerah yang berangkat mengawal kloternya, dari tingkat provinsi dan kabupaten kota," tutur Berli.
Menurut Berli, dari Jabar diberangkatkan sekitar 60 anggota tim kesehatan daerah yang di antaranya 28 perawat dan 28 dokter. Setiap kabupaten atau kota, katanya, minimal ditangani satu dokter dan satu perawat.
Berli menuturkan jika sebelumnya jamaah haji kebanyakan dihadapkan pada bahaya penyakit menular seperti flu burung, MERS, hepatitis, sampai maningitis, kini mereka dihadapkan pada penyakit tidak menular. Dengan kata lain penyakit seperti hipertensi, diabetes, kegemukan, kanker, dan lainnya.
"Jamaah Jabar sendiri sudah mendapatkan vaksin lengkap, bahkan ada yang ambil vaksin flu dan tipoid, untuk menghadapi penyakit menular. Sudah dimasukkan ke dalam buku pemantauan," ujarnya.
• Indramayu Punya Obyek Wisata Baru, Disebut Mirip Air Terjun Indoor di Singapura Gardens By The Bay
Berli mengimbau para calon haji menjaga kesehatannya sebelum keberangkatan, seperti menjaga pola makan dan berolahraga. Saat di Tanah Suci, Berli mengimbau jamaah untuk beristirahat dua jam sekali.
"Mengingat cuaca di Tanah Suci masih ekstrem, malam dan pagi sangat dingin, sedangkan siangnya panas. Apalagi saat wukuf dan melempar jumrah, termasuk dalam perjalanan dari maktab ke masjid," katanya.
Beristirahat dua jam sekali, katanya, tidak berarti tidur. Namun bisa dengan berbaring sejenak sambil berzikir. Jamaah pun diperkenankan banyak minum dan menjaga pola makan.