Kamis, 30 April 2026

Air Sumur Kecamatan Cibeber Mengering, Warga Menderita Gatal Karena Jarang Mandi

Sumur di Kecamatanan Cibeber yang mulai mengering, membuat warga mengubah kebiasaan menghemat air melalui berbagai cara.

Tayang:
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Ferri Amiril
Warga Cibeber gunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari karena sumurnya mulai mengering 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sumur di Kecamatanan Cibeber yang mulai mengering, membuat warga mengubah kebiasaan menghemat air melalui berbagai cara.

Satu di antaranya dengan cara menggunakan air untuk mandi hanya sekali dalam sehari.

Seorang warga Belengbeng, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Subhan Bari Muslim (46), mengatakan bahwa sumurnya sehari hanya cukup untuk 10 ember.

"Jadi saya hemat saja air dengan mandi hanya sekali," katanya.

Camat Diimbau Siap Siaga, Antisipasi Kekeringan dan Kebakaran Saat Musim Kemarau

Kini ia bertumpu pada air di masjid yang dulu digali cukup dalam dengan sumur bor.

"Kami mengangkut air dari toren sumur bor masjid yang terdekat dari rumah, namun karena digunakan banyak orang air sumur masjid juga sudah menyusut," katanya.

Pegawai Puskesmas Cibeber, Udin Wahyudin, membenarkan jika ada beberapa warga yang berobat mengeluh gatal karena jarang mandi.

"Tidak banyak sih, tapi ada. Datangnya juga tidak berbarengan, mungkin iya karena kurang menjaga kesehatan jadi gatal badannya," kata Udin.

Udin tak bisa memprediksi secara pasti jika penyebab utama gatal warga dari kurangnya mandi.

"Itu perlu kajian lagi, jadi hanya dugaan saja dulu, karena warga yang berobat memang dari daerah yang sumurnya mulai menyusut debit airnya," ujarnya.

Musim Kemarau, BPBD Majalengka Sebut Baru Satu Desa di Kadipaten yang Melapor Kekeringan

Direktur Utama PDAM Tirta Mukti, Budi Karyawan, mengatakan bahwa pihaknya menunggu koordinasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur perihal bantuan bersih untuk warga.

Ia mengatakan, khusus untuk jebolnya irigasi Cikondang di Cibeber, PDAM bersama warga sudah membangun bronjong sepanjang 30 meter.

"Untuk bantuan air bersih kami menunggu koordinasi dari BPBD sebagai leading sektor bencana kekeringan," kata Budi.

Budi mengatakan, hingga saat ini BPBD belum mengajukan bantuan air bersih ke PDAM.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved