Derita Orang dengan Gangguan Jiwa di Cianjur, 2 Tahun Dikurung Bak Ternak, Menekuk Lututpun Sulit
Ia mengatakan, perkembangan Andri akan terus dipantau hingga dipastikan tidak lagi mengalami gangguan jiwa.
PENDERITAAN Andri Sutiawan (17) selama dua tahun berakhir sudah.
Warga Kampung Celak, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, ini dikurung menggunakan bambu layaknya hewan ternak.
Geraknya tak bebas, duduk memeluk lutut menjadi kebiasaannya sampai tulangnya kaku.
Keluarganya terpaksa memasung Andri selama dua tahun karena ia mengalami gangguan jiwa dan dikhawatirkan dapat meresahkan warga akibat sering mengamuk.
Komunikasi yang dilakukan pun terbatas, hanya gerak tubuh saat keluarganya memberinya makan yang ia lakukan sehari-hari.
Kini keluarganya bisa menghela nafas setelah kabar tersebut sampai ke relawan dan pemerintah daerah Cianjur.
Andri pun dibebaskan oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang didampingi Ketua Sundawani Cianjur, Iwan Rio Mustofa.
Awalnya mereka mendapatkan laporan dari warga bahwa ada seorang pemuda yang dipasung oleh keluarganya.
Menurut keterangan warga, Andri mengalami depresi dan sering mengamuk.
Dikhawatirkan menimbulkan keresahan dan melukai warga, akhirnya Andri pun dipasung dengan cara dikurung.
"Andri kami bawa ke RSUD Pagelaran untuk ditangani secara intensif," kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Minggu (40/6).
• Viral Video Pengendara Mobil Berpelat RFS Acungkan Pistol ke Warga di Jalur Lembang-Bandung
• Penuturan Saksi Mata Aksi Koboi Pengendara Mobil Todongkan Pistol saat Macet
Ia mengatakan, perkembangan Andri akan terus dipantau hingga dipastikan tidak lagi mengalami gangguan jiwa.
Herman pun berencana akan membangun rumah keluarganya lantaran tidak layak huni. Rumah keluarga Andri merupakan rumah kayu dan bilik.
"Keluarga Andri juga tergolong orang yang kurang mampu. Makanya, rumah itu akan kami bangun secara gotong-royong bersama warga," katanya.

Di samping itu Pemkab Cianjur menargetkan pada 2020 mendatang Kota Santri ini bebas pasung. Herman pun meminta kepada semua pihak agar bisa bekerja sama untuk menyukseskan program tersebut.
"Caranya cukup dengan melaporkan jika ada warga yang dipasung kepada kami. Maka, kami akan menindaklanjutinya. Semua biaya berobat akan ditanggung oleh pemerintah," katanya.