Derita Orang dengan Gangguan Jiwa di Cianjur, 2 Tahun Dikurung Bak Ternak, Menekuk Lututpun Sulit

Ia mengatakan, perkembangan Andri akan terus dipantau hingga dipastikan tidak lagi mengalami gangguan jiwa.

Derita Orang dengan Gangguan Jiwa di Cianjur, 2 Tahun Dikurung Bak Ternak, Menekuk Lututpun Sulit
ferri amiril/tribun jabar
Andri Sutiawan (17), warga Kampung Celak, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur yang mengidap gangguan jiwa dan dikurung di ruangan sempit. (tribunjabar/ferri amiril mukminin) 

PENDERITAAN Andri Sutiawan (17) selama dua tahun berakhir sudah.

Warga Kampung Celak, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, ini dikurung menggunakan bambu layaknya hewan ternak.

Geraknya tak bebas, duduk memeluk lutut menjadi kebiasaannya sampai tulangnya kaku.

Keluarganya terpaksa memasung Andri selama dua tahun karena ia mengalami gangguan jiwa dan dikhawatirkan dapat meresahkan warga akibat sering mengamuk.

Komunikasi yang dilakukan pun terbatas, hanya gerak tubuh saat keluarganya memberinya makan yang ia lakukan sehari-hari.

Kini keluarganya bisa menghela nafas setelah kabar tersebut sampai ke relawan dan pemerintah daerah Cianjur.

Andri pun dibebaskan oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang didampingi Ketua Sundawani Cianjur, Iwan Rio Mustofa.

Awalnya mereka mendapatkan laporan dari warga bahwa ada seorang pemuda yang dipasung oleh keluarganya.

Menurut keterangan warga, Andri mengalami depresi dan sering mengamuk.

Dikhawatirkan menimbulkan keresahan dan melukai warga, akhirnya Andri pun dipasung dengan cara dikurung.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved