Jangan Beli Motor Bekas Berkode ''ST'', Urusan Bakal Ribet, Motor Pun Bisa Diangkut Polisi

Motor bodong atau motor tak memiliki surat-surat banyak ditawarkan di media sosial. Kodenya bisa "ST" atau "STNK Onli." Belu motor kode ST bakal ribet

Jangan Beli Motor Bekas Berkode ''ST'', Urusan Bakal Ribet, Motor Pun Bisa Diangkut Polisi
seli andina miranti/tribun jabar
Barang bukti kendaraan roda dua yang diamankan Polres Sumedang. 

TRIBUNJABAR.ID - Motor bodong atau motor yang tak dilengkapi surat-surat yang sah semakin kentara peredarannya seiring populernya media sosial dan situs jual beli online.

Jual beli motor bodong jelas melanggar aturan. 

Namun tak dipungkiri aktivitas ini masih marak. 

Biasanya motor ini saat dijual ada embel-embel, “STNK only” atau "ST".

Itu artinya motor yang dijual hanya memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraannya (STNK) saja, tanpa disertai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Untuk itu, demi menimalisir tindakan tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban terus mempersempit adanya penjualan motor bodong di Lumajang.

"Saya ingin menghimbau kepada masyarakat Lumajang, agar tidak bangga menjadi bagian dari pelaku kejahatan," kata Arsal kepada GridOto.com, Selasa (25/6/2019).

Toko Giant di Kota Bandung Berjalan Seperti Biasa, Aktivitas Jual Beli Berlangsung Normal

Ia menilai apapun alasannya membeli motor bodong sama dengan bagian dari pelaku kejahatan.

"Karena membeli motor bodong sama dengan menyuburkan aksi curanmor.

Menurut penuturan dia, berdasarkan teori ekonomi semakin banyak permintaan, suplainya juga pasti akan meningkat.

Halaman
123
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved