Terpopuler
Jubir BPN Ogah Tanggapi 'Orang yang Kerap Menempeli SBY', Sebut Cari Perhatian
Andre Rosiade sempat menyinggung soal orang-orang yang jadi komunikator politik Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.
TRIBUNJABAR.ID - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade sempat menyinggung soal orang-orang yang jadi komunikator politik Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.
Jubir BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade menyebut soal komunikator politik SBY itu di hadapan Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon.
Lantas, apa respons Jansen Sitindaon saat Andre Rosiade 'membongkar' sembilan komunikator politik SBY?
Awalnya, Andre Rosiade mengomentari soal cuitan-cuitan dari Andi Arief.
Ia menganggap cuitan politikus Demokrat itu tidak penting untuk ditanggapi.
• Ayu Kelimpahan Berkah dari Sidang di MK, Jengkolnya Laris: Bisa Buat Nambah Bayar Kuliah Anak di IPB
Pasalnya, menurut dia, Andi Arief tak punya otoritas dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.
"(Andi Arief) bukan kuasa hukum, bukan hakim konstitusi, bukan pihak terkait atau pun pihak termohon. Ngapain kami tanggapi?" ujar Andre saat menjadi narasumber di Dialog Kompas TV, dikutip TribunJabar.id pada Minggu (23/6/2019).
Kemudian, ia bahkan menyebut Andi Arief bisa dianggap sebagai orang yang sedang ingin mencari perhatian di saat pihaknya fokus ke sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.
Di sini lah Andre Rosiade kemudian menyinggung soal komunikator politik SBY.

"Ada dua (yang sering bikin cuitan di medsos), namanya Andi Arief, satu lagi Ferdinand Hutahaean."
"(Mereka adalah beberapa di antara) orang-orang komunikator politiknya Pak SBY. Kalau enggak salah Pak SBY punya sembilan komunikator politik. (Di antaranya ada) Andi Arief, Ferdinand Hutahean, dan salah satunya ini Jansen Sitindaon," ujar Andre Rosiade.
Mendengar hal itu, Jansen Sitindaon terkekeh.
Ia tertawa sembari menundukkan kepala dan menyilangkan tangannya.
Kendati demikian, Jansen Sitindaon tak menginterupsi apa yang disebut Andre Rosiade.
• Di Antara Barisan Partai Oposisi, Demokrat Paling Berharga Bagi Kubu Jokowi-Maruf
Andre kemudian lanjut berbicara mengenai orang-orang yang jadi komunikator poltik SBY.
"(Mereka ini) yang memang hari-harinya menempel dengan Pak SBY, jadi teman diskusi politknya Pak SBY."
"Saya tidak tahu apakah ini desain yang disetujui Pak SBY atau tidak, atau ini pendapat pribadi mereka. Tapi bagi kami, kami enggak ngurusin deh Andi Arief, Ferdinand Hutahean," katannya.
Lebih lanjut Andre Rosiade mengungkapkan, pihaknya akan fokus terhadap kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin.
Kubu TKN, imbuhnya, mulai membangun narasi dan opini mengenai sidang sengketa Pilpres 2019 ini.

"Karena kita tahu di pihak sana mereka sudah mempersiapkan diskusi, dalam tanda kutip, meng-hire para ahli, para pakar untuk bicara di berbagai media dan seminar untuk membangun narasi itu."
"Kita tahu itu, permainannya seperti itu. Jadi lebih baik kami fokus urusan itu daripada fokus urusin Andi Arief, Ferdinand (komunikator politiknya SBY)," ujar Andre Rosiade.
Andi Arief Berkoar
Melalui Twitter, Andi Arief berkoar terkait sidang sengketa Pilpres 2019.
Politikus Demokrat Andi Arief menyinggung saksi tim Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Agus Maksum yang memberikan kesaksian di Mahkamah Konstitusi, Rabu (20/6/2019).
Pada sidang itu, Agus Maksum membeberkan soal data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang invalid untuk membuktikan kecuringan Pilpres 2019, seperti yang dituduhkan paslon 02 dalam gugatannya.
Ia bahkan menyebut ada 17,5 juta pemilih tak wajar yang ditemukan dalam DPT.
Rupanya, kesaksian Agus Maksum mencuri perhatian Andi Arief.
• Pengakuan Saksi Tim Jokowi - Maruf Amin di Sidang MK Bikin Ngakak, Semua Orang Tertawa
Namun, politikus itu justru menuding kesaksian saksi Tim Prabowo itu tak dapat dipercaya.
Ia bahkan menyamakan Agus Maksum dengan akun bodong atau anonim.
Andi Arief menyebut, percaya kepada Agus Maksum sama seperti percaya pada akun bodong atau anonim.
Melalui cuitannya ia bahkan meminta Agus Maksum dan BPN Prabowo - Sandiaga Uno untuk bertanggung jawab.
"Agus Maksum dan BPN harus bertanggung jawab atas tuduhan DPT sebagai payung kecurangan."
"Jutaan rakyat "tertipu' bahkan ada yang lakukan tindakan tidak rasional karena mempercayai informasi itu."
"Mempercayai Agus Maksum sama dg mempercayai akun anonim yg selama ini mendukung 02," tulis Andi Arief.
• Usai Sidang, Tim Hukum 01 dan 02 Lanjut Foto Bersama di Ruang Sidang MK, Saling Tertawa
Kemudian, ia pun menuliskan cuitan lain soal Said Didu yang juga sebagai saksi tim Prabowo - Sandiaga Uno.
"Sidang MK dipercepat saja memeriksa pak @msaid_didu soal status BUMN."
"Kualitas saksi dan materi berikutnya pasti tidak akan relevan terhadap kecurangan, karena payung kecurangan DPT yg didengung2kan sudah hancur. Dibohongi Agus Maksum," tulisnya.
Tak hanya itu, Andi Arief pun menyinggung soal berbagai tudingan yang kerap dialamatkan pada keluarga Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.
Ia mengaitkannya pada ucapan Agus Maksum soal jumlah DPT invalid.
"Partai Demokrat dituduh abu-abu, SBY dan AHY dianggap penghianat, Ibu Ani dibilang pura-pura sakit
hanya karena tidak mau bergabung dalam upaya membohongi rakyat dengan isu curang sistematis yg payungnya DPT," kicau Andi Arief.
Menurutnya, kesaksian Said Didu akan lebih jujur dan menyakinkan.
"Keterangan Pak @msaid_didu menurut saya cukup meyakinkan dan sesuai fakta serta jujur," kata Andi Arief.