Di Antara Barisan Partai Oposisi, Demokrat Paling Berharga Bagi Kubu Jokowi-Maruf

Partai-partai yang kini berada di kubu Jokowi-Maruf dianggap tak akan keberatan untuk menerima Demokrat.

KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ketua umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali Rapimnas. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Bagi koalisi pendukung Joko Widodo - Maruf Amin, Partai Demokrat dinilai lebih 'seksi' daripada partai politik pendukung lain Prabowo-Sandiaga.

Pintu gerbang gabung barisan parpol pendukung Jokowi-Maruf, disebut terbuka lebar bagi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Partai-partai yang kini berada di kubu Jokowi-Maruf dianggap tak akan keberatan untuk menerima Demokrat.

"Apakah parpol pendukung Pak Jokowi akan menahan agar Demokrat tidak bisa masuk? Ini belum tentu juga," ujar pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio kepada Kompas.com, Rabu (13/6/2019).

"Karena, dibandingkan parpol anggota koalisi Prabowo yang tidak lolos parliamantary threshold 4 persen atau suaranya mepet dari itu, Demokrat tentu lebih berharga bagi pemerintahan Jokowi," kata Hendri Satrio.

Pemerintahan baru ke depan, ucapnya, akan mementingkan kekuatan suara di parlemen. Ini dilakukan demi memperlancar program-program yang telah dicanangkan baik pada pemerintahan periode pertama maupun pada masa kampanye.

Demokrat Dituduh Tak Serius Menangkan Prabowo, Jansen Sitindaon: Saya yang Pertama Sakit Hati!

Andi Arief Berkicau Lagi, Singgung Bukti Gugatan Prabowo-Sandi di MK, Sebut Politik Saat Ini Dagelan

Diketahui, pada Pileg 2019, Demokrat memperoleh 10.876.507 suara atau 7,77 persen. Jika dikonversi ke jumlah kursi di DPR, Demokrat memiliki 54 kursi.

Sementara, parpol koalisi pendukung Jokowi-Maruf sendiri sudah mendominasi kursi di DPR.

Antara lain, PDI-P memperoleh 27.053.961 suara atau 19,33 persen diperkirakan memiliki 128 kursi di DPR.

Golkar memperoleh 17.229.789 atau 12,31 persen dan diperkirakan menguasai 85 kursi di DPR.

PKB memperoleh 13.570.097 suara atau 9,69 persen diperkirakan menguasai 58 kursi. Adapun Partai Nasdem memperoleh 12.661.792 suara atau 9,05 persen diperkirakan menguasai 59 kursi di parlemen.

Beredar Banyak Hoaks, Pengamat Intelejen Sebut Ada Upaya Adu Domba TNI dan Polri

"Jadi, dengan tambahan kekuatan dari Demokrat, ini tentu akan lebih memperkuat kekompakan parpol pendukung pemerintah di parlemen. Maka, Demokrat pasti akan dibuka kemungkinan untuk masuknya," ujar endri Satrio.

Soal mengapa koalisi Jokowi-Maruf tidak berminat mengundang Gerindra, parpol oposisi yang memiliki suara di atas Demokrat, Hendri mengatakan, itu juga sangat mungkin terjadi.

Untuk konteks saat ini, yang paling realistis adalah masuknya Demokrat dibanding Gerindra ke koalisi pendukung Jokowi. (Fabian Januarius Kuwado)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Kubu Oposisi, Demokrat Dinilai Paling Berharga Bagi Koalisi Jokowi"

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved