Minggu, 3 Mei 2026

Berteduh di Gubuk Pemancingan, 7 Warga Pringsewu Tersambar Petir, 2 di Antaranya Tewas

Petir yang menyambar tujuh warga Pringsewi, Lampung, pada Sabtu sore (15/6/2019), menyebabkan dua warga di antaranya meninggal dunia.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
Ilustrasi disambar petir 

"Saya sudah tidak mancing, berteduh bersama-sama yang lainnya," ungkap Suswanto, saat ditemui di IGD Rumah Sakit Mitra Husada, Sabtu malam.

Suswanto masih terbaring di IGD dengan tangan terinfus, Sabtu malam.

Ia pun masih bisa bercerita dengan jelas terkait peristiwa itu.

Namun, Suswanto hanya tahu ada petir kecil-kecil. Kemudian, ia melihat sinar merah.

Setelah itu, Suswanto mengaku tidak mengingat apa-apa.

"Saya tersadar setelah mendengar ada orang teriak istigfar-istigfar, kemudian melihat yang lainnya juga tidak sadar," katanya.

Sementara itu, pemilik pemancingan, Tofik (35) mengaku mendengar suara gelegar petir keras.

Ketika itu, ia sedang berada di rumah yang jaraknya tidak jauh dari gubuk tempat korban tersambar petir.

Lantas, Tofik bangun dan lari.

Saat itu, ia menemukan istrinya, Sarjiah sudah terkapar.

Saat ini, Sarjiah juga dirawat di RSMH Pringsewu.

Sarjiah mengaku yang dirasakan saat ini sesak, dada panas, dan kepala sakit.

Ia pun mendapat oksigen dan infus.

Diketahui, Sarjiah, Suswanto, dan Deni Nurohmat mendapat pengawasan intensif dari tim medis IGD RSMH.

Anggota DPRD Pringsewu dari Dapil Banyumas, Suherman turut mengawal ketiga pasien di RSMH.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved