Breaking News:

Polisi Datangi Rumah Terduga Sindikat Kawin Kontrak, Mertua Sempat Bohongi Polisi

Polisi sambangi rumah terduga sindikat kawin kontrak di Pontianak, mertua sempat berbohong mengenai orang asing yang tinggal di rumah tersebut.

TribunPontianak.co.id/Juli Sabara
Rumah Agus terduga dalam kasus sindikat kawin kontrak berada di Kompleks Surya Purnama terlihat sepi dan tertutup, Kamis (13/6/2019) pukul 20.25 malam WIB. 

TRIBUNJABAR.ID, PONTIANAK - Polisi sambangi rumah terduga sindikat kawin kontrak di Pontianak, mertua sempat berbohong mengenai orang asing yang tinggal di rumah tersebut.

Hal ini berawal saat Polda Kalbar membongkar jaringan perdagangan orang dengan modus kawin kontrak.

Dilansir dari Tribunpontianak.co.id, rumah Agus terduga dalam kasus sindikat kawin kontrak berada di Kompleks Surya Purnama.

Rumah tersebut berdiri kokoh dan cukup megah.

Rumah tersebut terlihat sepi dan tertutup, Kamis (13/6/2019) pukul 20.25 malam WIB.

Chandra (57) selaku Ketua RT di Kompleks Surya Purnama, memaparkan kondisi terkini dikediaman Agus, diduga bisnis kawin kontrak.

"Saat ini rumah Agus hanya ditinggali oleh kedua orangtua dari istrinya. Kemudian tiga anaknya dua anak laki-laki dan satu wanita. Saat ini Agus dan istrinya tidak ada di rumah karena pada hari Rabu malam diamankan pihak kepolisian bekerja sama dengan pihak Imigrasi," ungkap Chandra.

Disebut Ada Polisi Taliban dan Polisi India di KPK, Ini Penjelasan Pimpinan KPK

RESMI Disahkan Pengadilan Tertinggi, Kini Pasangan Sesama Jenis Bisa Menikah Secara Legal

Chandra selaku Ketua RT mengatakan selama beliau menjabat baru pertama terjadi kasus seperti ini.

Ia mengaku sangat terkejut mengetahui warganya terlibat bisnis kawin kontrak.

"Agus pemilik rumah No C-16. Ia sudah tinggal di situ sekitar empat tahun, dengan 3 anak, istri dan mertuanya. Kesehariannya, dia orangnya biasa-biasa saja, sering tegur sapa jika lewat depan rumah saya," ujarnya.

"Dulu dia ada cerita kalau mempunyai bisnis properti rumah di Mempawah dan Desa Kapur. Dia juga memiliki toko bangunan di Jalan Parit Mayor sedangkan istrinya dagang sepatu di Kapuas Indah," terangnya.

“Tapi saya tidak mengetahui kalau ternyata dia ada bisnis lain, seperti sindikat kawin kontrak ini. Saya baru tahu waktu ada pengerebekan Rabu malam sekitar pukul tujuh malam. Pihak kepolisian datang ke rumah saya, dan sama-sama pergi ke rumah Agus. Awalnya saya tidak mengetahui tentang peristiwa ini,” kata Chandra.

Sesampainnya di kompleks rumah Agus, kondisi depan terlihat sepi hampir satu jam pintu baru dibuka oleh pihak rumah.

Yang membuka pintu rumah adalah orangtua dari Agus.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved