Bom Bunuh Diri Sukoharjo

Pelaku Bom Bunuh Diri Sukoharjo Anggap Musik Haram dan Gemar Tonton Video Perang Suriah

Satu di antara gelagat aneh itu adalah Rofik berhenti bermain musik karena menganggap bahwa musik adalah haram. Padahal awalnya ia hobi bermusik.

TribunSolo.com/Putradi Pamungkas
Densus 88 saat melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKOHARJO - Gelagat aneh pelaku bom bunuh di pos polisi Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, , Rofik Asharudin (22), diungkap teman bermainnya, Masil (19), yang tinggal di Dusun Kranggan Kulon, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo.

Satu di antara gelagat aneh itu adalah Rofik berhenti bermain musik karena menganggap bahwa musik adalah haram.

Padahal awalnya ia hobi bermusik.

"Namun ia berhenti, katanya main musik itu haram," kata Masil seperti dilansir dari TribunSolo.com, usai penggeledahan di rumah Rofik, Selasa (4/6/2019) dini hari.

Watak Asli Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Sukoharjo, Sempat Hilang, Diduga Dicuci Otak

Masil juga menyebut Rofik semakin jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Namun, ia mengaku masih sesekali berkomunikasi dengan Rofik.

Ia juga mulai menyadari perubahan pada diri Rofik, yang mulai gemar menyaksikan video dokumentasi perang maupun aksi radikal di Timur Tengah.

"Ia mulai senang melihat video perang Suriah, termasuk pemenggalan kepala menggunakan handphone," kata Masil.

Masil menduga, Rofik mendapat pencucian otak dari orang yang tak dikenal.

Apalagi, semenjak itu Rofik mulai enggan diajak untuk pergi ke masjid.

"Padahal dulu orangnya biasa saja, dengan teman-teman sekampung pun sering kumpul-kumpul, namun tiba-tiba sudah tidak mau ke masjid," ucapnya.

Polda Jateng Terapkan Maximum Security Antisipasi Kejadian Bom Bunuh Diri Sukoharjo Tidak Terulang

Sempat Menghilang Tiga Bulan

Pelaku bom bunuh diri, Rofik Asharudin (22) di Pos Pengamanam (Pospam) Kartasura diketahui pernah menghilang tiga bulan lamanya.

Hal ini terungkap dari rekan-rekan pelaku saat menyaksikan penggeledahan oleh Detasmen Khusus (Densus) Antiteror 88 di rumahnya di Dukuh Kranggan Kulon RT 1 RW 2, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (4/6/2019) dini hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved