Kerusuhan di Jakarta

Tersangka Kasus Penyebaran Hoaks Mustofa Nahrawardaya Yakin Bebas dari Hukuman

Tersangka kasus penyebaran hoaks terkait aksi 22 mei, Mustofa Nahrawardaya, yakin dapat terbebas dari hukuman.

Tersangka Kasus Penyebaran Hoaks Mustofa Nahrawardaya Yakin Bebas dari Hukuman
KOMPAS.com/Devina Halim
Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, terlihat keluar dari gedung tahanan menuju ruang pemeriksaan, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tersangka kasus penyebaran hoaks terkait aksi 22 mei, Mustofa Nahrawardaya, yakin dapat terbebas dari hukuman.

Pria yang juga menjabat Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno itu terlihat mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye, dengan tangan diikat borgol plastik, saat ditemui wartawan.

"Saya yakin bebas. Tenang saja. Tenang saja. Alhamdulillah sehat," ujar Mustofa Nahrawardaya, saat keluar dari gedung tahanan menuju ruang pemeriksaan, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).

Politikus PAN Mustofa Nahrawardaya Akhirnya Ditetapkan sebagai Tersangka

Membandingkan Nasib Mustofa Nahrawardaya & Ulin Yusron, BPN Prabowo-Sandi Pertanyakan Soal Keadilan

Dilansir dari Kompas.com, Mustofa Nahrawardaya keluar sekitar pukul 11.20 WIB, didampingi Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul.

Dihubungi terpisah, Rickynaldo mengatakan, penyidik akan berkonsultasi dengan Mustofa Nahrawardaya perihal kesehatannya.

"Mau dikonsul apakah benar punya rematik dan apakah ada dokter khusus yang mau dipanggil. Bukan dipindahkan," ujar Rickynaldo.

Terkait kasus ini, Mustofa Nahrawardaya ditangkap karena twit soal video viral sekelompok anggota Brimob mengeroyok warga di depan Masjid Al Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Menurut keterangan polisi, twit Mustofa Nahrawardaya tidak sesuai fakta.

Dalam cuitannya, Mustofa Nahrawardaya mengatakan bahwa korban yang dipukuli bernama Harun (15). Ia menyebutkan bahwa Harun tewas dipukuli.

Namun, informasi mengenai korban berbeda dengan keterangan polisi.

Menurut polisi, pria yang dipukuli dalam video itu adalah Andri Bibir. Polisi menangkapnya karena diduga terlibat sebagai salah satu perusuh dan provokator dalam aksi di depan Bawaslu.

Dalam surat penangkapan bernomor SP.Kap/61/V/ 2019/Dittipidsiber, Mustofa Nahrawardaya dijerat Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (Kompas.com/Devina Halim)

Daftar Pendukung Prabowo yang Tersangkut Kasus Hukum setelah Mustofa Nahrawardaya Ditangkap

Kronologi Penangkapan Mustofa Nahrawardaya, Bel Rumah Bunyi Terus-Menerus pada Pukul 03.00

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved