Kasus Ujaran Kebencian
Jejak Digital Dokter di Bandung Diciduk Akibat Posting Soal 22 Mei, Akun Dodi Suardi Diserbu Netter
Seorang dokter di Bandung ditangkap polisi akibat posting soal kerusuhan 22 Mei 2019. Dokter itu berinisial DS
Penulis: Widia Lestari | Editor: Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.ID - Seorang dokter di Bandung ditangkap polisi akibat posting soal kerusuhan 21-22 Mei 2019.
Dokter itu berinisial DS. DS membuat postingan postingan melalui akun Facebook, Dodi Suardi.
Kini, akun Facebook itu 'diserbu' komentar negatif netizen.
Komentar bernada hujatan pun memenuhi laman komentar dari postingan terakhirnya.
Netizen banyak berkomentar terkait penangkapan dokter berinisal DS di akun tersebut, yang membuat postingan berita bohong.
Di antara mereka merasa kecewa karena sang dokter telah melakukan tindakan yang berujung masuk bui.
Pemilik akun, Dodi Suardi bahkan dikatai sebagai penyebar hoaks dan pembohong.
Berdasarkan profil di akun Facebook itu, Dodi Suardi merupakan lulusan dari SMAN 5 Bandung.
Kemudian, ia merupakan dokter lulusan dari Universitas Padjajaran.

Selain itu, Dodi Suardi tercatat bekerja di rumah sakit ternama di Bandung.
Ia tertulis sebagai dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan Rumah Sakit AMB Bandung.
Di laman resmi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung web.rshs.or.id, nama Dodi Suardi tercandum ke dalam daftar dokter spesialis kebidanan.
Seperti yang dikatakan pihak kepolisian, dokter berinisal DS itu memang ahli kebidanan.
Selain itu, ia merupakan doktor yang mengajar di perguruan tinggi di Bandung.
"DS ini seorang dokter ahli kebidanan dan seorang doktor S3, yang bersangkutan ini mengajar di salah satu perguruan tinggi di Bandung," kata Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi, Selasa (28/5/2019) kepada wartawan Tribun Jabar.