Pelaku Kerusuhan di Aksi 22 Mei Orang Profesional, Ini yang Disoroti Pengamat

Tak cuma itu, ia juga mengatakan pernah menjabat sebagai ketua tim investigasi saat kerusuhan Mei tahun 1998.

Pelaku Kerusuhan di Aksi 22 Mei Orang Profesional, Ini yang Disoroti Pengamat
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi via Kompas.com
Sejumlah massa aksi terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/209). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. 

Massa yang berkumpul di kawasan Asrama Brimob itu melakukan pengrusakan hingga pembakaran.

Sejumlah mobil yang berada di Asrama Brimob bahkan ikut dibakar.

Dilansir dari tayanga Kompas TV, massa yang melakukan penyerangan di Asrama Brimob ini diduga adalah massa yang sebelumnya terlibat aksi di Tanah Abang dini hari tadi.

Massa yang terpukul mundur di Tanah Abang ini kemudian bergegas menuju Asrama Brimob Petamburan.

Seusai melakukan pengrusakan hingga pembarakan, massa tersebut tidak langsung meninggalkan lokasi.

Mereka masih tampak berada di kawasan Asrama Brimob.

Sejumlah massa itu beberapa kali terlohat melempar batu hinga bom molotov.

Petugas polisi yang berada di lokasi pun mencoba membuat situasi kondusif kembali.

Pihak kepolisian melakukan upaya negosiasi dengan massa aksi demo itu.

Namun, negosiasi yang sudah berlangsung sejak pagi tadi masih berlangsung alot.

Beberapa massa justru membuat barikade di kawasan Asrama Brimob itu.

Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya masih mencoba melakukan negosiasi dengan massa pendemo tersebut.

Bila dalam negosiasi tersebut belum ada kata kesepatakan dan massa terus melakukan tindakan melawan hukum, maka pihaknya dibantu TNI akan melakukan tindakan tegas.

"Bila hari ini mungkin belum ada kata kesepatakan, apabila terjadi terus dilakukan tindakan hukum aparat keamanan TNI Polri akan lakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Dedi Prasetyo seperti dilansir TribunJakarta dari Kompas TV.

"Ini demi kepentingan seluruh masyarakat," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap massa yang melakukan tindakan anarkis.

Dikatakannya, ada pihak yang memprovokasi massa pendemo hingga pada akhirnya terjadi kericuhan.

Sejumlah orang yang diduga memprovokasi massa in berasal dari luar Jakarta.

"Kita sudah mengidentifikasi, masyakarat dari luar Jakarta yang pertama kali memprvokasi," katanya.

"Aksi yang seharusnya damai tapi diprovokasi yang mengakibatkan masaa terpancing," sambungnya

Dedi menambahkan bahwa hingga saat ini pihak telah mengamankan puluhan orang yang diduga menjadi provokator.

"Dari hasil komunikasi saya dengan teman-teman yang sudah berhasil diamankan ada puluhan massa yang diduga provokator," tandasnya.

Aksi massa ini sudah terjadi sejak Selasa (21/5/2/2019).

Setidaknya ada tiga lokasi yang dijadikan tempat masaa melakukan aksi.

Tiga lokasi tersebut antara lain depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, kawasan Tanah Abang, dan Petamburan dekat Asrama Brimob.

Sempat Diwarnai Aksi Bakar Sampah, Situasi Tanah Abang dan Bawaslu kondusif

Sempat diwarnai aksi bakar sampah, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat saat ini mulai kondusif, Rabu (22/5/2019).

Seperti dilaporkan Kompas TV pukul 4.50, massa sudah bergerak mundur dan api sudah dipadamkan dengan mobil water canon, dibantu petugas pemadam kebakaran.

Sebelumnya, api muncul karena massa membakar sampah di tengah jalan.

Aparat kepolisian dibantu TNI terus maju dan mendesak massa untuk membubarkan diri.

Suara tembakan gas air mata mulai tak terdengar.

Setelah mulai kondusif, aparat kepolisian yang sejak semalam berjaga beranjak makan sahur pukul 4.25.

Mereka duduk-duduk di pinggir jalan untuk makan sahur di waktu yang mepet.

Pantauan di sekitar Bawaslu juga mulai kondusif.

Terlihat ada beberapa warga sudah bisa melintas di kawasan tersebut.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa terhadap hasil Pemilu 2019 berlangsung tertib pada Selasa (21/5/2019).

Sebagian besar massa sudah membubarkan diri pukul 20.00.

Namun, masih masih ada massa yang menolak membubarkan diri.

Awalnya, mereka berusaha merusak pagar besi di Gedung Bawasu sekitar pukul 22.00.

Polisi pun bergerak membubarkan paksa. Massa berlarian ke arah Tanah Abang, sebagian lagi ke arah Gondangdia dan terkonsentrasi di Jalan Sabang.

Massa kemudian melempar batu hingga petasan ke arah polisi. Polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata kepada kerumunan massa. (*)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved