Kamis, 28 Mei 2026

Perusahaan Sudah Tahu Ada Kesalahan di Boeing 737 Max, Tapi Tidak Berpengaruh ke Keamanan Terbang

Ternyata perusahaan Boeing Co., sejak lama sudah mengetahui ada kesalahan pada sistem peringatan dini MCAS yang dipasang di pesawat Boeing 737 Max.

Tayang:
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Pixabay.com
Ilustrasi pesawat terbang. 

Para penyelidik mengatakan, kasus Ethiopian Airways mirip dengan kasus jatuhnya Lion Air.

Seluruhnya 346 orang tewas dalam dua kecelakaan itu.

Boeing hadapi gugatan ganti rugi

Namun Boeing awalnya menolak semua klaim bahwa kecelakaan disebabkan oleh kesalahan MCAS, dan bersikeras bahwa sistemnya aman.

Setelah belasan negara memberlakukan larangan terbang atas pesawat tipe 737 MAX, otoritas penerbangan AS akhirnya juga memberlakukan larangan terbang atas perintah langsung presiden Donald Trump.

Saat ini semua negara sudah memberlakukan larangan terbang bagi Boeing 737 MAX.

Saham Boeing langsung anjlok di bursa saham internasional.

Perusahaan itu kemudian mengumumkan menghentikan untuk sementara pengiriman pesawat tipe 737 Max kepada pembelinya.

Boeing 737 MAX adalah pesawat yang paling laris hingga saat ini, dengan angka pemesanan menembus 5.000 pesawat sampai awal tahun ini, sebelum kecelakaan Ethiopian Airways.

Beberapa maskapai yang memesan 737 MAX sekarang sedang menyiapkan gugatan ganti rugi terhadap Boeing.

Beberapa keluarga korban juga sudah memasukkan gugatan di pengadilan AS.

Lion Air hingga kini berusaha menghindari gugatan ganti rugi keluarga korban terhadap Boeing.

Keluarga korban yang ingin mendapat uang kompensasi harus menandatangani pernyataan bahwa mereka tidak akan menggugat Boeing dan semua mitra bisnisnya.

Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Boeing Sudah Tahu Masalah MCAS 737 MAX Setahun Sebelum Lion Air Jatuh

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved